Jumat, 30 September 2016

Masih disini

Tentang dua manusia lugu yang sama-sama saling menunggu

Entah pada bagian mana lagi aku akan bercerita tentang malam yang berelimutkan syahdu angka dan detak yang semakin larut

00 : 03, 21 September 2016

Sabtu, 17 September 2016

Pada Rintik Aku Memadu Cerita

Tentang hujan

Ia terkadang menjadi saksi, tentang jalan-jalan yang di lalui malam ini ...

Ia menemani, sudah seberapa jauh aku berjalan
Menapaki hari demi hari
Jam menuju jam
Pergi pada tengah matahari bersinar
Dan pulang ketika ia sudah berganti beremangkan malam dan romantisme rintik hujan ...

Jalan-jalan itu berkisah, tentang seorang gadis yang berusaha menyeruak dari balik hujan
Jilbab hijau nya kehujanan
Pun tentengan kresek putih yang ia bawa
Ikut basah kuyup
Ah, tidak
Gadis itu berusaha melindungi tentengannya yang ia bawa agar tak basah kena hujan
Apa yang ada di kresek putih itu
Teramat berharga
Karena merupakan tugas yang harus dikumpulkannya hari senin
Sebagai bagian dari tugas seorang pengajar
Membuat beberapa administrasi yang harus dirapikan

Antara hujan dan genangan air sungai yang keluar dari air matanya
Bulan pun tengah sulit membedakan romannya
Sungai matanya tengah mengalirkan air yang cukup deras diantara rerimbun rintik hujan yang turun malam ini

"Mah, Pa, A, Teh, De, I am here. Missing u all the time."

Semoga Mamah,  Kakek, dan Nenek, juga semua saudara yang telah Allah panggil lebih dulu senantiasa diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, di selamatkan dari segala siksa-Nya, serta tengah berbahagia di taman-taman syurga-Nya Allah ....

So I do love u, Mah.
Maafkan anak gadismu yang belum sempat memberikan secercah kebahagiaan di selama hidupmu

Kini, aku tengah merindukanmu, Mah
Oh Allah please give the best place for my mom in Jannah😇

I dont know, sampai kapan aku di beri kesempatan hidup oleh Allah

Namun, sebelum Allah mengambil nyawa milik-Nya ini ingin sekali rasanya memberikan kebahagiaan dan kebanggaan bagi keluarga

Bersama mereka, saling bergenggaman tangan erat membangun rumah syurga-Nya di dunia pun di akhirat

Untuk Bapak, Teteh, Aa, dan Dede
Sehat terus ya

Maafkan Fipit belum bisa membahagiakan
Maafkan Fipit belum memberikan yang terbaik
Demi membahagiakan dan menyejahterakan keluarga

Aku disini, tengah berusaha
Meski kadang aku tertatih
Dan ingin sekali pulang menenun kebersamaan bersama kalian
Yang mampu menghangatkan semangat kembali

Terkadang, aku lelah Mah
Berjuang sendiri
Tanpa mereka

Namun, segera kutepis sikap kekanakanku
Aku disini bisa
Berjuang sendiri dan mampu menjadi pribadi yang mandiri juga dewasa

Demi menggapai citaku
Menuntut ilmu
Meraup cahaya penerang kehidupan

Hujan pun semakin lebat malam ini,
Bila masih ada usiaku
Hanya Allah yang tau janur kuning dahulu ataukah bendera kuning dahulu yang akan berkibar untukku

Bila itu janur kuning, aku sangat berharap semoga aku mampu dan bisa menjadi kado terindah untuk kekasih yang telah Allah garis kan untukku

Hidupku keras, aku tidaklah berasal dari keluarga yang serba berada maupun terpandang
Kehidupan keluargaku amatlah sederhana
Dengan berbagai macam kondisi

Aku hanya sedang memperjuangkan pendidikan ku
Agar kelak memiliki bekal untuk membangun keluarga yang berpendidikan pun beradab sesuai aturan Islam

Aku sangat berharap Ya Allah
Kelak calon imamku adalah ia yang tangguh dan mau bekerja keras pun cerdas
Membimbing diri dan menahkodai mahligai keluarga kami menuju kebahagiaan yang hakiki

Meski pada awalnya, hidup kami serba harus penuh perjuangan karena memulai segalanya dari nol
Semoga ia adalah orang yang Engkau karuniakan kesabaran luar biasa juga penuh sayang pada ku dan keluargaku

Semoga ia adalah orang yang bersedia menerima keadaanku dan keluargaku apa adanya sembari ikhlas penuh cinta membimbing dan saling mengingatkan membangun diantara kami ke arah yang lebih baik

Semoga ia adalah orang yang sabar, penuh cinta, pemimpin yang tangguh, tegas, pun teladan yang baik bagi kami ...

Semoga ia adalah orang yang bersamanya syurga terasa lebih dekat

Semoga ia adalah orang yang bersamanya selalu damai
Dan ketika jauh pun selalu tetap setia dan dapat dipercaya

Semoga ia adalah orang yang senantiasa taat pada Allah serta takut akan marah-Nya

Semoga kami adalah kami tidak hanya di dunia fana namun juga di akhirat yang kekal kami tetap kami dalam bingkai keluarga yang asmara

Jikapun, bendera kuning lebih dahulu
Semoga Allah mengambilku dalam keadaan yang khusyuk khotimah ...

Semoga, aku tak terlambat memberi yang terbaik dari hidupku ...

Hujan malam ini yang semakin deras
Salamkan pada mereka
Keluarga, saudara, sahabat, dan orang-orang yang aku sayangi Ya Allah ...

Semoga takdir yang baik selalu mengiringi ...

Aamiin ...

#Hujan
#Malam
#17 September 2016
#Jejak. Sampai bertemu di April tahun depan tempat penuh cerita untuk masa depan 😊

Ini ujian pendewasaan

Alhamdulillah, masih di beri rasa sakit. Semoga dengan ini Allah menghapuskan dosa-dosa saya.

Tentang jarak ia akan bercerita tentang kekuatan dan kemandirian

Tentang berjauhan, semoga hati kita tidak berjauhan.

Tetap saling menyapa dan memeluk dalam doa-doa syahdu.

Jauh dari keluarga dan kerabat, dalam keadaan sakit ini
Benar-benar mengajarkan ketegaran
Di tengah banyaknya tugas yang harus segera di selesaikan

Aku yakin, aku tidak pernah sendiri
Aku punya Allah yang selalu menjaga, melindungi, membimbing, serta menyayangi diri dan keluargaku dimanapun mereka berada.

Jumat, 16 September 2016

Tap Yap.

Lebih baik ta'aruf sesuai syari'at, daripada pacaran yang gak jelas juga ujungnya mau kemana kan.

Islam sudah mengatur semuanya dengan indah.

Aku percaya, dengan kita mengikuti aturan-Nya kita tidak akan pernah merugi.

Kamis, 15 September 2016

Memilih

Memilih diantara dua pilihan
Memilih salah satu diantara  itu tidak semudah memutuskan aku mau resign atau enggak 😥

Ini aku

Aku tidak secantik
Aku tidak sesholihah
Sebaik
Secerdas
Sebagus yang kamu kira ...

I'm not perfect
Aku hanya butuh kamu yang engga mempermasalahkan itu, dan bersedia menerima kekurangan ku mensupport kelebihanku, dan bersama membimbingku berjalan beriringan bersamaku

Tanpa mempedulikan itu.
Aku hanya mau kamu yang engga mempedulikan itu. Me that I'm me. Please, biarkan aku bahagia menjadi diriku sendiri.

Sabtu, 28 Mei 2016

10 Ide Menulis Non Fiksi

1. Perempuan
2. Islam
3. Pendidikan
4. Kuliah
5. Guru
6. Keluarga bahagia
7. Pernikahan
8. Persahabatan
9. Perjuangan hidup
10. Masa Muda

Senin, 29 Februari 2016

Ini, Tentang Sesosok Mawar Berduri



Ciputat, 28 Februari 2016.
            Langit malam di guyur hujan, hingga pagi masih enggan untuk berhenti. Menemaniku, menyapa pagi penuh damai. Menatap sekeliling kehidupan, meraba pada keabstrakan mantra hayati. Bertemankan mendung awan, dan gemericik air turun menyambangi bumi riang.
            Aku kembali melanjutkan aktivitas tugas kehidupan.
Ada hal yang mengusikku beberapa waktu ini, ia berlari-lari kecil tapi pasti memenuhi ruang pikir dalam rongga otakku. Satu kata “Perempuan”.
Yah, perempuan. Makhluk penuh sensitive anggun menawan nan penuh pesona anugerah Illahi bak berlian penuh kemilau membuat cemburu bidadari.
Perempuan memang unik. Hadirnya mampu menyempurna kehidupan seorang insan. Tak terelakkan, tanpa hadirnya dunia akan terasa bimbang, sepi, dan tidak seimbang. Sekiranya, begitulah pandangan saya terhadap kaum perempuan. Kaum yang begitu mulia. Kaum yang menjadi tiang Negara dengan perannya. Dan kaum yang konon katanya dahulu, pernah didiskreditkan keberadaannya di muka bumi ini.
 Huh, sakit rasanya ya membaca kisahnya. Anak-anak perempuan di kubur hidup-hidup. Ketika kelahirannya tiba, merah padam pemilik rumah menyambutnya. Kaum perempuan hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu pada masa itu. Dan yang lebih parahnya, nyawa perempuan adalah tergantung hidup suaminya. Ketika seorang suami telah meninggal, maka istri nya pun harus ikut di bakar atau di kuburkan.
Sekelumit kisah, nasib, dan perlakuan dunia terhadap kaum perempuan pada masa dahulu. Sebelum mentari itu datang. Sebelum dunia membuka tirai kegelapannya. Sebelum pintu-pintu kebaikan terbuka lebar bagi sesiapa saja yang menginginkannya.
Yah, tepat pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 571 Masehi. Telah lahir, seorang putra yang akan membawa risalah kenabian. Dari seorang Ibu yang luar biasa. Ibunda Siti Aminah namanya. Menghancurkan segala bentuk kebathilan.  Memadamkan segala bentuk kesyirikan. Meluluhlantahkan segala bentuk kedzaliman. Gelap berganti cahaya, remang berganti terang benderang. Ketakutan sirna, kebaikan merajalela, benci dendam telah tiada berganti damai dan penuh cinta.
Allah … Pemberi Keadilan Maha Kasih sayang .
Terima kasih telah mengirimkan pada kami hamba pilihan-Mu yang membawa petunjuk, bagi kebahagiaan dan kebaikan dunia akhirat kami. Yakni Habibana Wa Nabiyana Muhammad SAW.
Makhluk Allah yang paling dicintai oleh-Nya, Allah berkata dalam salah satu hadits qudsi-Nya. Tidak akan aku ciptakan langit dan bumi beserta seluruh isi-Nya kalau bukan karena beliau. Subhanallah …
Dari situlah tonggak perubahan peradaban zaman kehidupan. Tepat berapa ribu ratus tahun yang lalu. Islam menyuarakan ajarannya yang     universal. Mari memuliakan sesosok makhluk ajaib bernama “Kaum Perempuan.”
Sebelum saya membahas lebih jauh tentang bagaimana agama semesta ini memawarkan mutiara bernama perempuan.
Kembali, pada hal yang mengusik pikiranku beberapa saat ini.
Suatu hari, di siang yang penuh cerah. Bersama rekan-rekan anak asuh lainnya. Tepat, pada tanggal 14 Februari Yayasan Bait Al-Hasan mengadakan Pengajian Parung Bulanan seperti biasanya.
Tapi, kali ini ada sesuatu yang beda dan lain dari biasanya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pengajian kali ini diadakan bertepatan dengan hari yang sebagian kaum muda menyebutnya “Hari valentine” / “Hari Kasih Sayang”.
do you know what day is it ?

Perayaan yang tidak ada sejarahnya dalam Islam untuk di rayakan. Bahkan, jika kita mau menilik sedikit saja sejarah tentangnya sungguh mengerikan. Karena di dalamnya, ternyata adalah sebuah pesta kemaksiatan. Dimana pada masa itu, seorang yang dianggap sebagai pengganti dewa kesuburan dan kasih sayang mengadakan undian bagi kaum adam untuk  berhubungan dengan lawan jenisnya yang belum halal. Dan itu, dilakukan berulang kali.
Sungguh mengenaskan ya dilihat dari sejarahnya.
Terlepas, dari berbagai persepsi berbeda orang terhadap hal itu. Setiap orang memiliki hak dengan argumennya sendiri-sendiri.
Yang ingin saya titik beratkan disini adalah diskusiku dengan para remaja pada hari itu. Setelah berhasil membahas sejarah valentine, dan tak terasa obrolan renyah kami saat itu berlanjut pada pertanyaan dan curahan hati mereka *cieelaaah curhat yaa :D
Dari sebagian besar mereka yang mengadukan, katanya bahwa pergaulan sebagian anak muda zaman sekarang sudah semakin parah. Meskipun tidak semuanya seperti itu. Aku yakin banyak sekali pemuda-pemudi yang hebat menjaga pergaulannya dengan baik dalam koridornya.
Dari situ, ada yang bilang bahwa remaja mereka ada yang hamil sebelum menikah. Dan itu tidak hanya satu. Lagi-lagi hatiku mengiris pedih dalam kalbu. Perempuan kembali tak meletakkan kehormatannya pada tahta tertinggi. Sedih. Dan mereka banyak bertanya tentang hal ini itu tentang perempuan.

Yang pada akhirnya, aku meringkas simpul.
Perempuan itu ibarat sebuah kaca. Ketika ia sudah pecah berkeping-keping, akankah pecahan-pecahan tajamnya itu  kembali bersatu padu indah membentuk sebuah kaca yang utuh kembali. Saya katakan dengan tegas,” Tidaaaaaaaaak !.”
Perempuan … aku selalu kagum pada dirimu yang penuh gelar kewibawaan seorang putri dan Ibu bagi pertiwi …
Aku selalu ingin mengajak teman-teman perempuan semua, dalam kedua tanganmu ada dua hal yang begitu penting. Ingatlah ini :
Izzah dan Iffah adalah dua hal yang harus di genggam di setiap tarikan nafas dan hentakan kaki.

Setelah diskusi menyenangkan dengan remaja-remaja hebatku hari itu, mereka request pertemuan selanjutnya untuk membahas “Betapa Islam begitu memuliakan kaum perempuan”.
Senang melihat antusias mereka terhadap materi ini, tapi ini juga tantangan bagiku akankah aku mampu menyuguhkan materi yang bagus dan syarat hikmah sesuai tuntunan Islam tentang materi perempuan ini mengingat kemampuan diri yang masih harus banyak belajar.
Ah. Perempuan. Kemilaunya memang mampu menyilaukan setiap mata yang memandang. So, hati-hati memandang kami ini yaa hahhaha :D
Ada kalanya aku, memadu pikir bahwa anak perempuan yang hebat dan mampu bersahabat dengan kebaikan alam adalah seorang yang tak pernah lepas dari bidadari hebat di belakangnya. Yups, yaitu Ibu dan keluarganya. Betapa ilmu mendidik itu sangat luas. Tak hanya sejengkal ujung jari kita. Barangkali, inilah yang harus menjadi fokus utama kita.
Simak yuk, sabda Rosulullah di bawah ini :
 اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
 “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)
Sabda Rosulullah Muhammad SAW di atas sungguh luar biasa, menyuruh kita para ummatnya untuk senantiasa memuliakan perempuan. Mutiara yang hendaknya selalu di jaga, oleh semua pihak. Di sayangi, sesuai dengan hak beserta kewajibannya.
Tidak peduli apapun profesimu saat ini ataupun impianmu kelak. Perempuan tetaplah akan menjadi seorang pendidik pertama bagi akal dan jiwa seorang anak.
Menurunkan, gen dominan bagi kecerdasan seorang anak.
Zaman mungkin, akan semakin edan dengan segala perkembangannya. Tapi, itu tidaklah berarti kita harus melupa. Bahwa kita masih mempunyai mutiara itu. Mutiara pencerah kebimbangan masa, mutiara penegak panji-panji peradaban bangsa.
Dengan mendidiknya, berarti kita telah membantu mendirikan sebuah bangsa yang kokoh.
Seperti sabda Rasulullah, yang artinya “ Barangsiapa yang memelihara dan mendidik seorang anak perempuan diibaratkan ia telah memelihara kehidupan seluruh ummat manusia.”
“Barang siapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku”
(Anas bin malik berkata : Nabi menggabungkan  jari-jari jemari beliau)
(HR. Muslim 2631)
Di suatu malam, ketika aku hendak mengajar privat  tetangga rumah. Berselang beberapa rumah. Menyeberangi jalan yang cukup ramai dengan mobil dan motor.
Bathinku menggelitik, ku coba menjelaskan pandanganku di keremangan malam yang tanpa purnama itu.
Ada dua orang anak perempuan, tengah berjalan-jalan bersama. Aku menduga mereka adalah dua orang sahabat karib. Setelah kuteliti wajahnya, ternyata ia adalah anak yang ku kenal dan akan aku kunjungi rumahnya untuk mengajar privat. Setelah sampai, di rumahnya Ibunya menyambut seraya berkata bahwa anaknya sedang keluar.
Entahlah, ada sedih berdesir menerpa hatiku kala itu. Aku tidak pernah mau menyalahkan siapapun atas kejadian itu. Hanya terkadang, aku hanya ingin bilang jangan sampai anak kita merasa kesepian ketika di rumah sehingga lebih memilih mencari kenyamanan di luar rumah.
Perhatikan Allah berfirman tentang bagaimana seharusnya memperlakukan kaum wanita dalam ayat berikut:
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
 “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa [4]: 19)
Terdapat ganjaran yang besar bagi orang tua yang mengayomi anak perempuan mereka, berupa nikmat syurga, terhalangi dari siksa api neraka, dan kedekatan bersama Nabi SAW.
Subhanallah ya, bagaimana Islam begitu memuliakan kaum perempuan.
Mengambil sebuah quote bagus dari status teman yang mengatakan bahwa,” hanya ada satu hal yang kurang dari wanita, dia lupa bahwa dirinya begitu berharga.”
Wallahua’lam …
Jauh dari kata baik dan sempurna, kritik serta saran sangat aku nantikan ya terhadap tulisan ini. Thank you … Wassalamu’alaikum … Uhibbukum fillah  J

Selasa, 16 Februari 2016

Saat hening syahdu malam ini

Seperti malam ini, yang selalu menyiratkan berbagai kehidupan. Di belahan bumi ini, mungkin kita tengah sibuk berkutat dengan layar ajaib dan menuliskan huruf demi huruf demi menjadi sebuah paragraf yang runut dan penuh urut.
Aku tidak tau apa yang sedang terjadi, di belahan bumi laiinya. barangkali saudariku ini sedang sama berkutat dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Ah iya, aku ingat. Saudariku saat ini tengah menjalani PPL nya. yap, Praktek Kerja Lapangannya di semester 6 sebagai bagian dari ketentuan untuk menyelesaikan pendidikannya.
ah, semoga engkau dan semua keluargaku tengah baik-baik saja ya teh.
Wajarlah mungkin, bila adikmu ini tengah merindu padamu teh. sama halnya aku sedang merindu pada saudara-saudariku dan ponakan-ponakanku yang lucu.
Bersama syahdunya suara adzan yang tengah Allah perdengarkan padaku.
Salam rindu dan cinta dari adikmu ini ya, Teh.
berharap Allah selalu menjagamu dalam kebaikan.
Sosokmu yang selalu bijak nan meneduhkan, semoga semua keluargaku dimanapun itu sedang berada Allah selalu menjaganya dalam nikmat rahmat-Nya.
Terima kasih untuk sayang yang selalu membekas pada adikmu dan senantiasa menuntunku untuk kembali padamu dengan beribu cerita yang akan engkau dengarkan.
I do love u my sisters.
Teteh-teteh kesayangan Allah.
Biarkan aku mencurahkan rinduku pada kalian dalam bait-bait doa di mustajab waktu adzan iqomat saat ini.
Ana uhibbukum fillah, dear :)

Kamis, 14 Januari 2016

Dekat

Antara hidup dan mati, tidak pernah tau akan sampai dimana perjalanan kehidupan kita ini. tidak pernah tahu sedang apa dan dimana. Pun tidak pernah tahu sedang bersama siapa, dalam keadaan sakit ataukah tidak dalam keadaan yang seperti apa kita tak pernah  tahu.
Kapan datangnya kematian adalah misteri bagi kita, juga takdir yang telah tertulis di lauh mahfudz-Nya.
Ia datang secara tiba-tiba, tanpa pernah pandang bulu. baik itu pejabat, presiden, ustadz, bahkan anak kecil sekalipun. ketika sudah waktunya tiba, batas akhir perjalanan kehidupan kita. kita tak bisa mengelak. kita tak bisa memohon penambahan waktu, kita tak bisa minta dispensasi barang sedetikpun. Allah sudah menentukan waktu ajal kita tiba.
terkadang aku begitu aneh terkadang juga tidak menyangka. dulu ada kakak kelas saya namanya Dewi. beliau adalah seorang yang sangat baik sekali, cerdas, murah senyum, senang berbakti kepada orang tuanya, disenangi oleh banyak temannya, juga berperangai lemah lembut. beliau kakak kelasku waktu di SD, setelah ia lulus. aku jarang sekali bertemu ataupun bermain dengannya. Yang biasanya setiap hari, ataupun sore aku, Teh Dewi, juga banyak teman laiinya bermain bersama. Tapi, setelah masuk smp kita jarang bermain bersama lagi. yang kudengar hanya berita dan ceritanya saja.
Kalau beliau, melanjutkan sekolah di sekolah favorit di ciamis. wuiiih, hebat kataku. bahkan ketika SMA pun, aku dengar ia masih sama melanjutkan sekolahnya di sekolah unggulan juga.
waktu demi waktu, aku tak pernah bertemu dengannya lagi. hingga kudengar kabar kalau beliau terkena sakit parah dan mengharuskannya dirawat di rumah sakit.
Pada saat itu, aku belum bisa menjenguk juga karena memang rumah sakitnya jauh.
Hanya bisa berdoa pada Allah  saat itu, semoga kakak yang baik ini segera disembuhkan Ya Allah.
Hingga sampailah, pada hari aku mendengar kabar bahwa beliau meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi raji'un. benar-benar belum bisa percaya saat itu, beliau meninggal di usianya yang masih sangat muda. Dan masih berstatus pelajar kelas 2 SMA.
betapa kematian, akan mendatangi siapa saja jika sudah waktunya tanpa pernah mengenal kata tunda.
Ya Allah, sampai sekarang juga kita sebenarnya hanyalah sedang menanti.
menunggu detik-detik menuju perpisahan itu. detik-detik pertemuanku dengan-Nya.
aku tidak tau, akan sampai di batas mana Allah akan membatas kehidupanku di dunia.
Yang pasti yang aku harapkan selalu, semoga Allah berkenan untuk mencabut nyawaku dalam keadaan terbaik menurut Allah. Khusnul khotimah.
Aamiin YRA.
Aku tidak pernah bisa berdiri sendiri, untuk mencapai kebaikan yang telah Allah ajarkan pada Rasul-Nya.
selalu membutuhkan bimbingan dan bantuan orang lain dalam proses perjalanannya.
aku adalah lemah, tanpa Allah berikan kekuatan.
aku adalah hina tanpa Allah berikan kemuliaan.
aku penuh aib dan dosa, kalo tanpa kasih sayang-Nya untuk menutupi kekurangan kita.
aku adalah rapuh tanpa Allah kuatkan.
Allah ...
Berharap setiap detik-detik yang Engkau titipkan, aku tak akan pernah menyesalinya lagi.
Biarkan indah rahmat-Mu senantiasa menyertaiku juga keluarga dan orang-orang terdekatku.
hanya pada-Mu hamba berharap Ya Rabb ...
Pertemuan indah untuk berjumpa dengan-Mu adalah saat indah yang sangat kami nantikan.
Izinkan dan bantu kami untuk meninggal dalam keadaan khusnul khotimah Ya Rabb ...
Aamiin  YRA. :)
Pembaca sekalian, saya mohon maaf lahir dan bathin ya jika selama ini banyak kesalahan juga kekurangan dari diri, banyak merepotkan, bahkan terkadang menjengkelkan hati.
Berharap kasih sayang terbaik Allah senantiasa menyertai ikhwah fillah semua dimanapun berada.

Senin, 14 Desember 2015

Kamu itu unik, hei kekasih-kekasih Allah

Setiap orang terlahir dan diciptakan berbeda. mereka memiliki keunikan pun karekternya masing-masing.
Saya selalu kagum pada mereka yang bangga dan percaya menjadi dirinya sendiri di tengah segala perbedaan serta tuntutan kehidupan sekarang ini.
Diri manusia memang unik. Bahkan yang kembar sekalipun pasti mereka memiliki perbedaan karakter dan yang lainnya meskipun berwajar hampir sama.
Dari sekian banyak perbedaan itu, akhirnya para ahli membuat klasifikasi macam-macam kepribadian manusia. Yang saya kutip dari
(http://arie5758.blogspot.co.id/2011/10/4-kepribadian-manusia-sanguin-koleris.html#axzz3uQkCuFLi)
Diantaranya sebagai berikut, sila di baca dan di simak dulu yyaaa hehhehe :
1. SANGUIN

Kekuatan :

  • Suka bicara.
  • Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
  • Antusias dan ekspresif.
  • Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
  • Hidup di masa sekarang.
  • Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
  • Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
  • Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
  • Umumnya hebat di permukaan.
  • Mudah berteman dan menyukai orang lain.
  • Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
  • Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
  • Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
  • Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
  • Menyukai hal-hal yang spontan.

Kelemahan :
  • Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
  • Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
  • Susah untuk diam.
  • Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
  • Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
  • RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
  • Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
  • Mudah berubah-ubah.
  • Susah datang tepat waktu jam kantor.
  • Prioritas kegiatan kacau.
  • Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
  • Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
  • Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
  • Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
  • Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".

2. KOLERIS

Kekuatan :
  • Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
  • Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
  • Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
  • Bebas dan mandiri.
  • Berani menghadapi tantangan dan masalah.
  • "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
  • Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
  • Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
  • Membuat dan menentukan tujuan.
  • Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
  • Tidak begitu perlu teman.
  • Mau memimpin dan mengorganisasi.
  • Biasanya benar dan punya visi ke depan.
  • Unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan :
  • Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
  • Senang memerintah.
  • Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
  • Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
  • Terlalu kaku dan kuat/ keras.
  • Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
  • Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
  • Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
  • Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
  • Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
  • Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
  • Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
  • Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

3. MELANKOLIS

Kekuatan :
  • Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
  • Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
  • Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
  • Sensitif.
  • Mau mengorbankan diri dan idealis.
  • Standar tinggi dan perfeksionis.
  • Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
  • Hemat.
  • Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
  • Kalau sudah mulai, dituntaskan.
  • Berteman dengan hati-hati.
  • Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
  • Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
  • Sangat memperhatikan orang lain.

Kelemahan :
  • Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
  • Mengingat yang negatif & pendendam.
  • Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
  • Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
  • Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
  • Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
  • Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
  • Hidup berdasarkan definisi.
  • Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
  • Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
  • Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
  • Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
  • Memerlukan persetujuan.

4. PLEGMATIS

Kekuatan :
  • Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
  • Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
  • Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
  • Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
  • Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
  • Penengah masalah yg baik.
  • Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
  • Baik di bawah tekanan.
  • Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
  • Rasa humor yg tajam.
  • Senang melihat dan mengawasi.
  • Berbelaskasihan dan peduli.
  • Mudah diajak rukun dan damai.

Kelemahan :
  • Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
  • Takut dan khawatir.
  • Menghindari konflik dan tanggung jawab.
  • Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
  • Terlalu pemalu dan pendiam.
  • Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
  • Kurang berorientasi pada tujuan.
  • Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
  • Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
  • Tidak senang didesak-desak.
  • Menunda-nunda / menggantungkan masalah
  • ...........  Nah temen-temen udah pada baca kan macam-macam kepribadian di atas ??! Kepribadian yang manakah yang paling dominan di diri temen-temen ??! kalem temen-temen, kalo kita merasa memiliki kekurangan ataupun kesulitan di beberapa hal seperti misalkan orang kholeris itu sepertinya cenderung tidak mudah bersosialisasi dengan baik dengan temannya semua itu bisa di latih kok. Selama kita mengikuti pendidikan yang baik. Dan yang paling utama adalah kita harus pandai mengenali karakter, kekurangan, serta kelebihan diri sendiri. Nah, dari situ kita bisa menentukan plan ataupun profesi yang paling cocok sama kita.


Jumat, 27 November 2015

Malaikat-malaikat tak bersayapku ...







Dibalik senyuman matahari, selalu terselip keharuan akan indahnya hari yang dilalui …
Di balik sejuknya angin kesegaran yang menyapa, selalu mampu memberi kesejukan harapan baru
Hari ini aku disini …
Menguatkan serta meneguhkan diri berdiri
Tengah merajut asa yang bagiku bukan hanya sekedar asa …
Ia menyimpan mimpi serta harapan terbaik bagi masa depan gemilangku …
Waktu yang berjalan, menyisihkan berbagai tanya dan syukur yang tak terkira
Bahwa sampai saat ini, betapa banyak anugerah dan nikmatnya
Meski diri belum sepenuh harapan
Tapi, syukur itu harus selalu kugenggam teguh dalam bathin
Terpatri dalam jiwa …
Proses setiap orang memang berbeda …
Terkadang ada hal-hal yang kita tak pernah bisa memilih
Hanya bisa menerima dengan tafakur
Pun memampukan diri pada hal anugerah yang dapat di usahakan dengan baik …

Haloooo … Assalamu’alaikum … Sahabat pembaca setia blog ku sekalian … Bagaimana kabarnya niiiiiihhh ??! rindu yyaaa cukup lama juga tidak posting blog hehehe
Semoga sahabat pembaca sekalian senantiasa ada dalam kesehatan lahir dan bathin … serta selalu ada dalam bimbingan rahmatnya Allah yyaaa … Aamiin YRA … :D
>>> Malaikat-Malaikat Tak Bersayap <<< tararaaaa ….
Sudah pernah mendengar kan satu kata judul diatas, sahabat ??!
Sebuah kata yang membuat kita berimajinasi tentang keindahan, kebahagiaan, kebaikan,  dan kedamaian … malaikat-malaikat tak bersayap …
Perjalanan kehidupan merupakan sebuah proses yang dijalani sesuai tugas dan perkembangan pada masanya masing-masing …
Dan ia tidak pernah lepas dari peran pentingnya keberadaan orang lain dalam kehidupan kita ??! betul atau betul sahabat pembaca sekalian ??!
Yups, kita tidak pernah mampu untuk berdiri sendiri tanpa adanya bantuan orang lain dalam proses perjalanan kehidupan kita …
Sedari kita kecil yang masih imut-imut nih sama lucu-lucunya, ada Ibu dan Bapak kita yang merawat, mengurusi, membimbing, serta mendidik kita …
Mereka mencurahkan seluruh waktu kehidupannya untuk kebahagiaan kita …
Mau makan, disuapin, mandi dimandiin, dipakein baju, diajarin cara bicara, belajar berjalan, dan dari merekalah … kita sekarang mampu mengenal yang namanya dunia …
Mereka mengenalkan serta membuka cakrawala berfikir kita tentang kehidupan yang lebih luas yakni dunia serta alam abadi “akhirat”
Saya suka terharu ketika melihat anak kecil yang setia diantar jemput oleh ibunya pergi ke sekolah …
Kebayangkan betapa sayangnya seorang Ibu pada kita anak-anaknya …
Setiap sekolah dianterin, melihat kehangatan serta kasih sayang mereka rasanya menyadarkan diri begitu mulianya seorang Ibu bagi kita …
Ia mendedikasikan waktu-waktu berharganya untuk membersamai serta menggemilangkan kehidupan kita …
Ada sebuah percakapan menarik antara Ibu dan anak ini …
I : Nih, topi yang suka dibuat oleh Bapak di tempat kerjanya …
A : Oh iya bu …
I : Iyaaa, Opik kan suka Tanya kerjanya Bapak apa ??!
Udah mau pulang belum  ??! ( ceritanya mereka sedang bermain di rumah tetangganya )
A : Belum bu, ntar aja …
I : Yaudah main dulu … sahut ibunya …  Opik kalo ibu kerja boleh gak ??!
(Sang Ibu bertanya pada anaknya)
A : Gausah Ibu, Ibu gausah kerja disini aja sama Opik temenin Opik …
I : Iyaaa, Ibu gak kerja Ibu disini temenin Opik … ntar kalo Ibu kerja, Opik jadi anak pembantu dong Ibu gamau ga ridho Ibu … kalo Ibu kerja nanti Opik gak pinter dong siapa yang ngajarin …
A : Iyaaa, ibu sini gausah kerja sama Opik aja …
Sahut anaknya lagi meyakinkan …
Rasanya kekagumanku pada Ibu dan anak ini sungguh luar biasa … anaknya sholeh, pinter, baik, sopan santun, periang, juga kreatif … dan itu tidak lepas dari peran pentingnya seorang Ibu ini yang dengan begitu tulus dan dedikasinya untuk mendidik serta menyayangi anak tercintanya  … Ia rela meninggalkan dunia nya bersama teman-teman sebayanya untuk Opik anaknya … rela pula meninggalkan rupiah gaji besar di tempat kerjanya dulu untuk mengurusi suaminya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta dan anak nya.
Subhanallah … bukan, betapa mereka adalah malaikat-malaikat tak bersayap yang senantiasa mengajari kita cara berkelana di kehidupan yang baik dan singkat ini …
Sepenggal kisah di atas selalu mampu mengingatkan diriku kembali bahwa ...
Sampai sekarang, aku beranjak dewasa pun … aku masih harus selalu dibimbing, diingatkan, dan bersahabat bersama malaikat-malaikat kehidupanku …
Senang dam harus banyak bersyukur rasanyaaa … mereka hadir menyempurnakan kehidupanku …
Pelangi-pelangi indah itu senantiasa mewarnai uniknya kehidupan yang kujalani ... dari mereka aku banyak belajar tentang arti pentingnya kehidupan ... Sampai usiaku sekarang sudah menginjak usia dewasa, suka teringat bagaimana Ibuku 20 tahun silam berjuang untuk mengandungku selama 9 bulan, melahirkanku dengan mempertaruhkan nyawanya, merawat serta menyayangiku meski takdir Allah berkata lain. Kebersamaan kami begitu singkat, rupanya bidadari cantikku Allah panggil lebih dulu untuk menghadap-Nya ... dan saya selalu yakin bahwa Allah tidak pernah menelantarkanku pun Allah pasti begitu menyayangi Ibuku ... 
Waktu yang singkat tapi menyimpan makna besar yang sampai saat ini aku berusaha untuk mampu menyingkapnya dengan baik ...
Teringat dulu aku dan Ibu sangat dekat sekali diantara 6 bersaudara yang lain, entah karena emang masih kecil yyaa dulu itu hehhee
kemana-mana selalu ikut Ibu, genggaman tangan dan langkah kakinya selalu membersamaiku kemanapun ...
Kesabarannya begitu tiada tara menghadapi aku yang masih kecil dan terkadang mungkin begitu aktif ...
Bangun di sepertiga malam mencari-cari Ibu yang rupanya sudah tengah berkesiap di dapur untuk menyiapkan kebutuhan keluarga ...
Ketika waktu sholat tiba aku selalu melihat Ibu dan Bapak, dan selesai mereka sholat aku pasti saja selalu duduk dipangkuan mereka sambil menemani Ibu dan Bapak berdzikir setelah sholat ...
Betapa hal itu, hal yang sangat aku rindukan saat ini ...
Mungkin kalo beliau ada, ingin sekali aku bercerita dan berdiskusi panjang lebar dengannya ...
Membelai rambutnya yang panjang dan menatap wajah teduhnya yang mendamaikan ...
Ibu adalah orang yang sangat rajin bekerja, penuh sabar, dan tak kenal lelah untuk kami putra-putrinya ...
Terkadang, ketika aku bangun pagi sekitar jam setengah 6 kudapati Ibu sudah tidak ada di rumah ... Ia sudah bergegas pergi ke sawah untuk menunggui tanaman padinya agar tidak diganggu burung-burung nakal ... 
May Allah always keep and put my mother in the best place in syurga ... Aamiin YRA ... :)
Entah kenapa, postingan kali ini aku ingin sekali membahas tentang ini tentang malaikat-malaikat tak bersayapku ...
Sesi-sesi perjalanan kehidupanku rupanya begitu indah dan menggoda untuk kurenungi kembali di setiap waktu yang Allah berikan ...
Rasanya, aku tidak pernah lepas dari mereka yang kunamakan malaikat-malaikat tak bersayap ...
Wanita-wanita beserta keluarga luar biasa ...
Orang-orang inspiratif serta mendamaikan juga cerdas mengolah lirik kehidupan ...
dari merka aku banyak belajar dan sering diingatkan ...
Mungkin tanpa mereka aku takkan bisa menjadi aku yang sekarang ...
Ibu Tita ... guru SMP ku yang sangat aku kagumi ia cerdas, disenangi semua muridnya, sabar, juga paling peduli pada murid-muridnya termasuk aku. 
Pokoknya beliau itu guru sekaligus sahabatku sampai kapanpun ... 
Kalau pulang, Bu Tita selalu bilang jangan sampai loss contact yaa hubungi aku selalu ... aah, bu Tita itu the best ... damai, adem banget kalo sama beliau. banyak pelajaran, nasihat, serta hikmah kehidupan yang aku dapatkan darinya. mungkin kalo waktu smp dulu aku tak dekat dengan beliau entah bagaimana aku dapat melewati masa-masa remajaku saat itu ... beliau sudah seperti Ibu, kakak, dan sahabat bagiku menginspirasi serta mengajarkan nilai-nilai agama padaku ...
teteh-tetehku, Aa Ajat ( is my hero hehe ), keluargaku, yang tak dapat aku sebutkan satu persatu saking banyaknya mereka banyak berperan dalam kebaikan kehidupanku ...
menginjak masa SMK ku aku pun di pertemukan kembali dengan malaikat tak bersayapku ... yakni Ibu dan Bapak ...
Ibu dan Bapak adalah sosok luar biasa ... sampai sekarang aku selalu ingin bisa meneladani mereka dalam menjalani kehidupan begitu tenang, supel, cerdas, bersahabat dengan semua orang, dan begitu menyenangkan ...
Bapak itu orang yang baik bangett, sayang sama keluarga ... beliau adalah kepala sekolah smp ku saat itu dan juga guru bk kebayangkan aku yang asalnya udah tertarik sama yang namanaya psikologi jadi makin tertarik setelah ketemu sosok psikolog langsung heheh
dan Ibuuuuu ... orang cerdas banget, idealis, sholihah, Ibu dambaan umat deh pokoknya ...
setiap cerita sama Ibu mh selalu serruuuu ... kadang kalo diskusi sama Ibu kita suka gak sadar waktu tahu-tahu udah malem aja yang lain udah pada tidur ... ato tahu-tahu udah soree aja kalo Ibu lagi senggang ato udah pulang dari ngajarnya ...
kalo ngeliat Ibu ngajar kebetulan aku juga adalah murid beliau di smk, hati tuh suka bilang suatu saat nanti aku ingin seperti Ibu begitu cerdas dalam mengajar dan mendidik murid-muridnya ... dan inspiratif pastinya ... kata-katanya tuh ibarat air mengalir dengan lancarnya menyejukkan setiap liku-liku bebatuan hehhehe
teman-teman seperjuangan, guru-guru, murabbi, dan tanpa mereka aku takkan pernah belajar banyak hal ...
mereka memberi pelajaran bermakna bagi hidupku sampai saat ini pun.
Hingga sampailah aku disini untuk melanjutkan mimpiku, mengejar cita-citaku yang bagiku bukan hanya sekedar biasa tapi ia mempunyai misi dan harapan yang banyak hehe
Bertemu dengan teman-teman keluarga bait Al-hasan, serta Ayah dan Bunda ...
Saya ingin sekali mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya telah mengizinkan aku untuk bergabung disini ...
Disini aku mendapatkan didikan, tempaan, dan pengalaman kehidupan luar biasa ...
bersama berjalannya waktu mereka membuatku untuk terus belajar lebih disiplin, dan lebih bijak lagi dalam kehidupan ...
dan terutama untuk terus semangat kuliah dan menuntut ilmu ...
Temen seperjuangan .. Uus sama Mba Kiky nih makasih banyak yyaa Bunda, Ayah, Bunda Endah juga ...
kalian luar biasa ...
Kalian itu malaikat-malaikat tak bersayapku ...
Tak bisa kusebutkan satu persatu ...
Tapi, kalian begitu berharga ...
menguatkanku kala lemah
mengingatkanku kala salah
menginspirasiku kala waktu coba menebas haknya ...
tetaplah bersamaku jadi kawan hidupku bersama kita hadapi dunia ... ( waduuh ko jadi nyanyi yaah haha )
hmm sepertinya udah dulu  yaaah sahabatku sekalian pidato dan curhatan panjang lebarku hari ini udah malem harus bobo biar besok bisa bangun sepertiga malem ... dan mempersiapkan dengan baik tugas-tugasku selanjutnya ...
Akhir kata :D
ayuk. kita saling mendoakan selalu yaa sahabat sertakan aku dalam setiap doa-doa syahdumu pada Allah ...
berharap Allah menggenggam erat terus tanganku menuntunku ke jalan terbaik yang di ridhoi-Nya ... Aamiin YRA ... :D 
Terima kasih banyak ...
Mohon maaf lahir dan bathin ...
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ...