Selasa, 29 Oktober 2019

Dukungan Berharga

Saat-saat sulit itu mungkin akan kita hadapi, namun selama orang-orang yg kita cintai berada di samping kita; Mendukung, menyayangi, dan mempercayai kita. 

Betapapun sulitnya akan terasa lebih ringan. Ada mereka yang menggenggam kuat tangan kita, menguatkan serta menenangkan.

Ujian dan masalah tidak selalu berarti musibah. Terkadang terselip hikmah dan anugerah tersembunyi di baliknya. Bukan karena pemahamanku saja, namun ini tertulis dalam surat cinta dari pemilik alam semesta.

Manusia diuji dengan masalah, ada yang berbentuk kelapangan ada pula yang berbentuk kesempitan. Apakah yang menjadikannya hadiah penuh hikmah? 

Yakni, jika disertai prasangka baik kepada penguasa seluruh alam. Allah Yang Maha Mengatur segala sesuatu.

Kala ditimpa ujian, rasanya memang tidak mengenakan. Namun, janji Allah yang harus kita yakini adalah, "Setelah kesulitan terdapat kemudahan."

Satu kesulitan, Allah janjikan dua kemudahan. Barangkali saat ini kita berlelah, menekuk wajah, diterpa putus asa. Namun yakin di masa setelahnya, akan ada cerah, anugerah, hikmah, bahagia, dilimpahi rahmah.

Akan ada masa-masa ujian baik lapang ataupun cobaan, semoga setiap saat kita mampu menjadi orang yang bersabar mendampingi, mendukung, menyemangati, menenangkan, dan saling menguatkan orang-orang yang kita sayangi semampu kita.

Saling menguatkan keyakinan dan ikhtiar, bahwa Allah selalu menyayangi dan membersamai setiap langkah kita.

Senin, 28 Oktober 2019

Menyakitimu berarti menyakiti diriku sendiri

Terima kasih sudah hidup dengan baik di belahan bumi sana
Aku bangga dan bersyukur padamu
Jantung hati, si pelipur lara

Terima kasih sudah hidup bahagia di belahan bumi sana
Aku senang kamu hidup dengan baik
Mengecap banyak berkah dan bahagia

Bahagiamu, bahagiaku
Tertawamu, aku ikut bahagia dan bersyukur akan tawamu
Berkahmu, hadir di hidupku

Hati teriris, kala mendengar batinmu meringis
Ragaku mungkin jauh, tapi hatiku tak pernah menjauh
Ia dekat, dekat sekali di samping hatimu

Maafkan aku, belum bisa membahagiakanmu
Membuatmu tersenyum bangga
Ataupun tertawa lepas karena sukacita

Maafkan aku, banyak sekali kurangku
Masih harus banyak belajarku
Mengenali dan memahami berharga dirimu

Yang aku pahami, dirimu adalah aku
Menyakitimu sama dengan menyakiti diriku sendiri
Sakit dan lukamu, adalah lukaku

Aku adalah engkau
Engkau adalah aku
Aku senang, melihatmu bahagia
Aku bangga dan banyak bersyukur, hadirmu anugerah

Sering Hadir Dalam Mimpi

Hari ini aku bermimpi lagi tentangnya. Efek renjana lama tak bersua. Ternyata tersimpan dalam di alam bawah sadar hingga muncul sebagai bunga tidur. Ataukah mimpi itu memang pertanda sinyal bahwa seseorang yang hadir dalam mimpi juga sedang merindukan?

Entahlah. Aku sendiri memang benar-benar merindukannya. Berharap Tuhan mengizinkan kita segera bertemu dalam keadaan yang sebaik-baiknya.

Mimpi tentang ia berkali-kali hadir menjadi bunga tidur. Namun, yang paling kuingat ia datang ke rumah. Dengan pakaian khasnya. Aku terkaget bercampur senang menyambutnya.

Tahukah kamu rasanya bertemu orang yang sedang dirindu?
Begitulah yang aku rasakan. Bahagia luar biasa.

Meski kami jarang bertemu, namun hal itu tak menjadikan hormat dan kagumku padanya berkurang. Bahagia bukan kepalang menyambutnya datang. Dengan senyum riang kusediakan ia jamuan makanan kesukaan.

Namun di mimpiku hari itu ada yang aneh, aku menangkap rona bahagia di wajahnya namun aku juga menangkap raut bingung dan semacam kalut. Ia tertutup tak mau menceritakannya padaku. 

Meski kutangkap raut kalut di wajahnya itu, namun coba kusingkirkan dengan menyambutnya bahagia.

Mimpi memang bunga tidur, namun ia juga bisa menjadi ekspresi dari alam bawah sadar atau tali sinyal dari orang yang ada dalam mimpi kita.

Entah apa dan kenapa ia begitu sering hadir dalam mimpi. Aku yang terlalu merindu ataukah ada sesuatu yang ingin ia ungkapkan?

Kuharap ia selalu bahagia dalam lindungan Tuhan. Segala kesulitannya, Allah berikan jalan keluar. Segala hajatnya, Allah kabulkan.

Aku belum bisa berbuat banyak. Hanya mampu berdoa, meminta pada Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu meminta pada Yang Maha Penyayang hamba-hamba-Nya. Semoga hatinya selalu tenang dalam kecintaan Tuhan.

Aku rindu dan sangat rindu. Terima kasih sudah mampir dalam mimpi. Insyaallah sebentar lagi kita akan bertemu. Jangan pernah putus asa, aku percaya dan aku bangga atas setiap usaha dan niat baikmu. Allah bersama niat-niat baik kita .... :)

Senin, 21 Oktober 2019

Ada yang samakah?

Bisa dibilang aku termasuk orang yang tidak mudah berteman akrab dengan orang lain. Entah kenapa, sangat pilih-pilih sekali untuk berteman dekat. 

Aku juga termasuk orang yang tidak mudah terbuka berbicara pada orang lain, ketika ada hal yang ingin aku utarakan aku akan sangat memilih kepada siapa aku bercerita.

Ketika di rumah pun, sangat pilih-pilih dalam pergaulan. Tidak terlalu suka nongkrong-nongkrong dengan tetangga. Kupikir daripada ngobrol ngalor-ngidul yang takutnya berakhir pada ghibah. Aku lebih senang menyibukkan diri sendiri di rumah.

Ditambah di perantauan ini, aku lebih banyak menghabiskan waktu di tempat kerja. Dari pagi sampai sore, belum kalau ditambah ada lembur berarti bisa sampai malam baru bisa pulang.

Terkadang ada rasa iri kepada mereka yang banyak temannya, sering nongkrong-nongkrong cantik, mudah bersosialisasi dengan orang lain sehingga luas pergaulannya.

Tapi, balik lagi aku tidak mudah berteman dekat dengan orang lain. Untuk terbuka berbagi cerita pun sangat pilih-pilih sekali orangnya. Ada yang sama atau pernah mengalami seperti ini juga kah?

Karena terkadang aku lebih nyaman menyendiri di kamar dari pada berbaur dengan orang-orang yang tidak terlalu dekat denganku. Aku merasa ada yang harus diperbaiki dengan kemampuan sosialisasiku. 

Dampak Perundungan Tidak Pernah Sederhana

Beberapa hari kemarin kita digemparkan oleh artis Korea yang nekad bunuh diri karena perundungan yang dilakukan netizen.

Bagi mereka yang melakukan hal itu mungkin biasa saja, hanya menuliskan komentar negatif pada postingan orang lain atau hanya mengungkapkan komentar negatif secara langsung pada orang lain lalu sudah begitu saja.

Namun, tidak bagi orang yang dirundung. Mereka memiliki jiwa dan perasaan. Hal-hal negatif yang dilontarkan, baik itu komentar negatif, pengucilan, raut muka yang merendahkan, akan sangat menyiksa batin mereka.

Manusia pada fitrahnya pasti menginginkan penerimaan yang tulus dari lingkungannya. Terlepas bagaimanapun ia, karena hal itulah yang menyebabkan jiwanya tenteram dan nyaman.

Dampak bullying benar-benar tidak sederhana. Bahkan sampai mampu menghilangkan semangat hidup dan nyawa orang.

Mulutmu harimaumu, betullah kata pepatah. Lidahmu laksana pedang, bisa menghunus dada seseorang tajam hingga berdarah.

Rasa sakit pada mental tidak terlihat seperti luka ketika kulit tangan kita tergores. Ia tidak menunjukkan darah dan luka yang menganga. Tapi itu benar adanya.

Berhati-hati terhadap komentar yang kita tulis, berhati-hati terhadap sikap dan kata-kata yang kita lontarkan meskipun hanya sekedar gurauan. Apakah apa yang kita perbuat atau yang kita katakan mampu membangkitkan semangat orang lain atau malah membuatnya terluka tidak percaya diri bahkan merasa terkucilkan hingga merasa tidak nyaman dan ingin mengakhiri hidup?

Malaikat kita

Kita beranjak dewasa, orang tua kita pun beranjak tua. Perlahan waktu, ia tak lagi sama. Kita yang memasuki fase dewasa, semakin mandiri dan beranjak lebih bijak menyikapi berbagai masalah kehidupan.

Namun orang tua kita, perlahan ia kembali menuju masa kanak-kanak. Begitulah kewajarannya, semakin beranjak usia sikapnya pun berubah. 

Ada saat dimana kita sebagai anak-anak harus menguatkan kesabaran dalam menghadapi mereka. Mereka memerlukan waktu, perhatian, dan kasih sayang dari kita lebih dari biasanya. Orang tua menginginkan kebersamaan bukan hanya kiriman uang dan oleh-oleh perjalanan.

Kita tak lagi sama, orang tua kita pun tak lagi sama sekuat saat kita balita dulu. Kini tulangnya tak lagi sekuat dulu, bekerja keras siang dan malam mencari nafkah. Bekerja sedikit, mudah cepat lelah.

Ada fase dimana kita bertumbuh dan menuntut kita memberi lebih banyak. Saat kecil anak-anaklah yang diberi banyak cinta oleh orang tua. Kesabaran mereka tak terhingga menghadapi sikap kita.

Kini, saatnya kita memberi lebih banyak dengan kesabaran dan ketulusan yang lebih untuk mereka orang tua.

Ridha Allah ada pada Ridha orang tua. Doa Ibu adalah ajaib mustajabnya. Kebijaksanaan ayahlah yang menentramkan kehidupan di rumah.

Semoga kita diberi kesempatan dan waktu, untuk memberikan bakti terbaik bagi orang tua. Malaikat kita di dunia, dan keridhaannya adalah kunci syurga kelak di akhirat.

Wisata Nusadanas, Pangandaran

Nusadanas Asri terletak di Kampung Olot, Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten. Salah satu destinasi wisata alam baru yang memiliki banyak peminat ini, letaknya tidak jauh dari Objek wisata Citumang.

Kolam renang Nusadanas asri ini terletak di sebuah pedesaan, ketika perjalanan ke lokasi sepanjang jalan kita akan dimanjakan dengan perkebunan dan hutan dengan pepohonan yang masih asri. Jalanan yang dilalui pun cukup nyaman, sedikit berkelok disertai tanjakan dan turunan.

Setiap liburan semester atau akhir pekan, kolam renang nusadanas ini sering ramai dikunjungi pengunjung dari berbagai daerah. Harganya yang terjangkau membuat kolam renang ini semakin ramai dikunjungi masyarakat.

Cukup dengan membayar parkir, menyewa pelampung dengan harga Rp. 3.000,- anda sudah bisa menikmati sejuknya air di kolam renang nusadanas ini. Kolam yang luas, alam yang masih asri, sungai-sungai yang berair jernih menambah daya tarik tempat ini. Bagi anak-anak yang masih kecil, bisa bermain di sungai-sungai kecil di pinggiran kolamnya. Riang dan senang sekali melihat pengunjung bermain ria bersama air.

Tak hanya, keindahan dan kesejukan alamnya yang menjadi daya tarik. Jajanan makanan yang disediakan di tempat wisata ini juga memiliki harga-harga yang terjangkau. Jajanannya pun masih bersifat tradisional, seperti pecel, cilok, berbagai macam buah-buahan, serta jajanan khas anak-anak lainnya. Eits tapi tidak hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun senang menikmati jajanannya.

Selepas berenang pasti lapar kan, nah anda bisa langsung membeli beraneka ragam jajanan yang disediakan. Kolam renang wisata yang luas, alam yang asri, gemericik air jernih siap membantu anda menyegarkan kembali pikiran setelah penat beraktivitas dengan pekerjaan sehari-hari.

Tunggu apalagi, yuk berwisata ke Nusadanas asri. Dan nikmati pesona alam dan kesejukan airnya.

#Tantanganke-6

Kakak Lelakiku

Ia tidak pandai mengungkapkan cinta lewat kata, namun fasih menunjukkannya dalam bijak berkorban nan wibawa.

Seringkali aku menumpahkan keluh kesah padanya, putus asa, dan tak tahu harus bagaimana. Ia menjawab dengan lugas sederhana, namun menenangkan dan membuka solusi persoalan.

Ia yang tidak meminta banyak dari adik-adiknya, namun memberi lebih banyak bahkan saat tidak dipinta.

Ia tidak meminta banyak, melihat adik-adiknya bisa bahagia, tercukupi kebutuhan dan pendidikannya sudah membuat ia bangga tanpa meminta imbalan apa-apa.

Ia yang bahkan berpikir lebih keras untuk perempuan-perempuan dalam keluarganya, kala aku sebagai adiknya hanya sibuk dengan urusan diri sendiri.

Pandangannya sudah jauh ke depan, terkadang ia berbagi visi. Hal yang membuatku kagum. Tidak hanya raganya yang lelah bekerja, namun pikirnya juga berkelana memikirkan kebaikan seluruh keluarga.

Laki-laki yang wibawa dalam peluh kerja, harum dalam cita visionernya, lalu menambah kagum karena pengorbanannya untuk keluarga.

Tak apa, tak bertemu

Rindumu berharga, hingga ia sering mampir ke dalam mimpi.
Namun, ada yang lebih penting daripada meratapi rindu. Bangunlah kesiapan untuk bertemu.

Rindumu berharga, ia menunjukkan adanya kepekaan rasa.
Namun ada yang lebih penting dari itu, sudahkah menitipkan rindu pada doa yang mengangkasa?

Hal yang fitrah ingin bertemu, namun sudahkah pertemuan itu diridhai?
Hal yang wajar ingin banyak bersama, namun apakah kebersamaan itu mendatangkan keridhaan?

Terkadang, apa yang kamu inginkan memang tak selalu harus bisa diwujudkan.
Adakalanya ia menuntut kesabaranmu lebih, agar tetap terjaga agar tetap dalam ridha.

Tidak apa, bersabar menunggu temu. Tidak apa tak banyak bersapa berbagi cerita, namun tetap saling menguatkan dalam pinta -meminta ketetapan terbaik untuk kehidupan yang diridhai dan berkah adanya.

Tidak apa harus bersabar dahulu, ia menjadi ladang memupuk kebaikan. Sabar yang kuat, sabar yang terjaga, sabar yang menguatkan pada tujuan utama kehidupan.


Gemerlap Ujian

Sedih, iya.
Ingin menangis, iya.
Takut, iya.
Kelebihan bisa menjadi ujian, seperti halnya kekurangan bisa menjadi limpah kesempatan pahala.

Ada seseorang yang mengungkapkan kekaguman karena paras yang menurutnya cantik. Ada seseorang yang menyatakan kagum karena kecerdasannya. Sungguhlah kecantikan, ketampanan, kecerdasan, kepopuleran, kekayaan adalah ujian. Sama seperti halnya kekurangan dan kesempitan. Jika terlena sedikit saja, bisa menjadi petaka.

Paras yang cantik dan tampan membuat mata yang melihat terpukau, lalu lupa ada yang lebih penting dari itu yakni: menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan.
Apakah kecantikan dan ketampanan semata hanya untuk dipublikasikan, ada  kesempatan pahala disana namun juga bisa menjadi ujian yang melenakan.

Kecerdasan sungguh mampu menarik kekaguman, namun juga bisa menjadi ujian. Ia bisa menjadi penyebab kesombongan dan rasa angkuh. Tanpa disertai keyakinan yang kokoh akan Tuhannya ia bisa menjerumuskan pada menuhankan logika. Kecerdasan sungguh mampu membuat terpukau dunia, namun ada yang lebih penting dari itu yakni: ketundukan pada pemilik kehidupan.

Siapakah kita pandai sekali berbicara logika, namun jika kecerdasan itu malah membuat kita menjadi sombong lalu apalah guna?

Kepopuleran, menyilaukan mata setiap orang. Menarik mata-mata yang memandang. Ia menjadi impian bagi banyak orang. Kepopuleran pun bisa menjadi ladang pahala bisa juga menjerumuskan. Ia bisa menjadi tabungan kebaikan namun sangat mampu melenakan.

Kecantikan, ketampanan, kecerdasan, kepopuleran, kekayaan, semuanya benar-benar gemerlap yang menarik hati. Namun apakah yang sebenarnya kita cari di dunia?

Kepada Allah kita memohon perlindungan, bimbingan, dan pertolongan agar dapat menjalani hiruk pikuk kehidupan tetap berjalan pada koridor yang diridhai-Nya.




Minggu, 13 Oktober 2019

Berkah dan lapang

Rintik hujan adalah berkah
Pertanda bumi kembali basah
Setelah kering dan meronta
Tak bisa apa-apa, menimbulkan resah

Hujan datang
Manusia riang
Burung-burung berkicau senang
Pepohonan hijau bersambut rindang

Aku, bertopang dagu tenang
Syukur dan haru bercampurpadu
Rahmat yang ditunggu
Kini hadir mengharu biru

Basahlah, hai tanah
Minumlah hai tanaman
Tersenyumlah hai sinar dan awan
Jangan marah jangan murka
Kami manusia, perlu segera bertobat dan meminta maaf

Merusak alam, merusak cerita
Indahnya kehidupan manusia yang berjalan tanpa derita
Penuh riang penuh sayang
Bersama alam yang subur dan pepohonan yang rindang
Berkah dan lapang..

Karena Mereka

Terlahir sebagai bukan siapa-siapa
Tanpa punya apa-apa
Tanpa bisa apa-apa
Tanpa punya kebaikan apa-apa

Lalu, malaikat-malaikat itu berdatangan
Mengepakkan sayapnya di hidupku
Melindungi dari terik pilu
Memelukku hangat dalam haru

Perlahan aku bisa tertawa
Tersenyum ketika kau ajak berbicara
Berjalan, berlari-lari kecil
Hingga sekarang sudah mendewasa

Kalau bukan karena kebaikan Ibu, apa jadinya aku
Kalau bukan karena ketulusan Ayah, apa jadinya aku
Kalau bukan karena pengorbanan malaikat-malaikat tak bersayap di hidupku
Akan jadi apa jiwaku

Cinta Ibu, menghangatkan dan menenangkan
Cinta tulus ayah, membuat jiwaku bangga dan berharga
Malaikat-malaikat tak bersayap
Yang dikirimkan Tuhan dari syurga dan semoga menuju syurga kembali
Bersama-sama



Upgrade diri!

Apa yang kau sampaikan akan mereka ingat dalam-dalam
Apa yang kau tulis akan mereka rekam dengan tulus
Apa yang kau perdengarkan akan mereka ceritakan
Apa yang kau perintahkan akan mereka percayakan

Mereka kertas putih, suci
Kau penuh arogansi
Jika penuhi hati dengan ilusi
Fokuslah! Pada perbaikan estafeta generasi

Belajarlah lebih banyak
Membacalah lebih lama
Bereksperimenlah lebih berani
Temukan kebenaran
Gali keilmiahan

Mereka butuh ilmu dari seorang guru yang mumpuni
Bukan sekedar cari gengsi
Ilmu dan didikan yang kau berikan akan membentuk generasi
Tak sekedar disini kini, tapi juga masa depan diri

Sekedar catatan untuk diri
Ilmumu masih sedikit
Pengalamanmu belum teruji
Wawasanmu perlu ditambahi
Kompetensi dan profesionalisme yang perlu di upgrade dan uji

Belajarlah, berjalanlah, membacalah, bergaullah lebih banyak, hei diriku sendiri!