Selasa, 12 Maret 2019

Skripsi Itu Menyenangkan

Skripsi, kata yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat apalagi bagi para mahasiswa yang tengah menempuh tingkat akhir perkuliahannya. Ia merupakan syarat utama bagi kelulusan seorang mahasiswa dari perguruan tinggi strata satu (S1).

Skripsi itu tahapan utama bagi seorang insan cendekia / akademisi pemula (Zein Permana, IGTV). Jika seorang mahasiswa ingin lulus, maka ia harus mampu menyelesaikan skripsi berikut penelitiannya dengan baik.

Dalam mengerjakan skripsi, mahasiswa akan dituntut untuk bekerja dan belajar lebih keras dari biasanya. Yang tadinya selama perkuliahan ia hanya mengerjakan tugas-tugas kuliah baik di dalam kelas secara individu atau berkelompok, dalam skripsi mahasiswa dituntut untuk mampu melakukan penelitian dari permasalahan yang ada di dunia nyata dan mencari pemecahan atau solusi dari masalahnya tersebut.

Mahasiswa akan dituntut untuk mandiri, berpikir kritis dan ilmiah, agar penelitiannya benar-benar mampu memberikan hasil yang akurat. Sehingga hasilnya nanti dapat memberikan manfaat bagi orang banyak.

Dosen ekonomi saya Pak Edi seorang doctor di bidang ekonomi bilang, "S1 itu kebanyakan mempelajari teori. S2 itu membantah teori. S3 itu menciptakan teori. Nah, mumpung kamu masih di strata satu. Manfaatkanlah kesempatan ini dengan baik untuk mempelajari banyak teori ilmiah, agar pijakanmu dalam berpikir kritis itu kuat sesuai dengan keilmuan yang teruji secara ilmiah."

Ya, seperti teman-teman ketahui bahwa mengerjakan skripsi itu ya diibaratkan tahapan yang harus mampu dilewati untuk seorang peneliti pemula. Teman-teman akan diajarkan bagaimana meneliti sebuah masalah yang ada, dengan data-data akurat, teori-teori dari para pakar, dengan sumber bacaan dari berbagai macam referensi, sehingga bisa ditemukan hasilnya.

Hal ini, sebagai latihan awal bagi pemula untuk terbiasa meneliti ke depannya. Karena seperti kita ketahui, bahwa ternyata masih banyak sekali orang yang tidak terbiasa dengan sikap meneliti ini. Alhasil, mereka mudah menyebarkan suatu berita atau ilmu tanpa landasannya yang kuat. Dan ini akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup kita sebagai makhluk sosial yang dikaruniai kemampuan berpikir.

"Skripsi itu seharusnya menyenangkan lho temen-temen, karena kita akan diajak untuk menjelajahi dunia penelitian yang sebelumnya belum pernah teman-teman lakukan." Ucap Kang Zein dalam Instagram pribadinya.

Dengan kita menyenangi penelitian, skripsi kita akan lebih mudah dikerjakan. Dan jangan lupa, jaga selalu adab sopan santun kita terhadap pembimbing kita ya. Beliau adalah partner yang akan menuntun jalan kita sampai ke tepian.

Jadi, buat teman-teman yang akan memulai bimbingan skripsi atau malah sudah setengah jalan. Se ... Ma ... Ngaat yaa, ... Kerjakan skripsi dengan antusias, menyenangkan, dan konsisten. Karena ini adalah awal pembelajaran kita menjadi seorang peneliti yang ulung. :) :) :)

Jumat, 08 Maret 2019

Rinduku Tak Pernah Lapuk

Kadang hadirnya begitu dirindu
Sampai menusuk qalbu.

Kadang pula ia begitu menimbulkan ragu, tak lagi ingin berpadu

Terpisah jarak, terhalang ego, bahkan untuk sekedar menyapa kabar

Fluktuasi rasa, aku benci ragu yang kadang begitu mengganggu
Ia hanya mengusik kalbu

Datanglah dengan baik indah dan sabarmu
Jangan sampai raguku semakin menggebu

Bagaimanapun hari begitu sibuk, pekerjaan begitu numpuk
Tapi tetap saja rinduku tak pernah lapuk
Merindumu, adalah rutinitas pikiran dan batinku khusuk

Lekaslah bertemu dan bertamu
Aku rindu ...

Daftar Isi




    Kamis, 07 Maret 2019

    Optimasi Blog Agar Menyenangkan Pengunjung

    Blog ibarat rumah. Ketika kita masuk ke dalamnya, bagaimana caranya supaya penghuni ataupun pengunjung bisa betah dan nyaman berlama-lama di dalamnya. Supaya rumah nyaman dan membuat penghuninya betah, salah satu tipsnya adalah mengatur rumah sedemikian rupa agar rumah bersih, rapi, enak dipandang, dan nyaman ditinggali.
    Begitu juga dengan blog. Agar pengunjung blog kita tertarik untuk membaca, nyaman dan betah berlama-lama berkunjung ke blog kita salah satu caranya adalah mengatur tampilan blog agar ramah dan enak dipandang mata. Selanjutnya fitur-fitur di dalamnya memberikan kemudahan terhadap pengunjung untuk akses lebih lanjut terhadap blog kita.
    Nah, di postingan kali ini saya akan menuliskan bagaimana supaya blog kita bagus tampilannya serta fitur di dalamnya memudahkan pengunjung:
    1.  Setelan dasar
    Di setelan dasar ini kita akan memilih nama blog yang akan dipakai supaya mudah dicari di google, lalu tambahkan deskripsi blog sesuai preferensi teman-teman. Dengan mengisi deskripsi blog ini, memudahkan blog kita ditemukan mesin pencari dan menarik perhatian pengunjung.
    Di setelan dasar ini juga kita bisa mengatur bahasa yang akan digunakan di blog, akun yang digunakan apakah blogger atau gmail, lalu pengaturan postingan komentar dan waktu.
    2. Postingan
    Ketika kita akan menulis sebuah postingan baru, jangan lupa untuk sisipkan label sesuai tulisan yang akan di post, setting tautan masukkan deskripsi penelusuran / keyword agar tulisan kita bisa muncul  di halaman utama mesin pencari.
    3. Tema
    Bagian tema ini penting sekali, gunakan tema yang bagus dan ramah untuk penglihatan pengunjung blog kita. :D
    Saya mendapat ilmu optimasi blog ini langsung dari suhu Kang Wildan Fuady. Teman-teman bisa langsung klik link di bawah ini untuk penjelasan materi lebih lanjutnya.
    https://www.saungit.web.id/search/label/Blog/

    Senin, 04 Februari 2019

    Kesan Mengikuti Kelas 'Belajar Nulis Artikel' Bareng Kang Wildan Fuady

    Hamdalah ya, bisa mengikuti kelas Belajar Nulis Artikel Bareng Kang Wildan Fuady. Beliau dengan senang hati memberikan materi dan wawasan keilmuannya untuk para anggota grup Belajar Nulis Artikel. Materi yang diberikan jelas, detail, dan mudah dipahami oleh para pembaca. 
    Selain memberikan materi secara gratis kepada anggota grup, beliau juga membakar semangat kami agar mau menyimak setiap materi yang diberikan, bertanya dan aktif berdiskusi di grup, serta mau mengerjakan tugas-tugas yang akan diberikan selama beberapa pekan ke depan. Beliau sangat menyayangkan apabila ada yang melewatkan kesempatan berharga ini, yaitu bisa belajar langsung mendapatkan banyak materi-materi penting baik itu berupa video, e-book, tutorial, dsb mengenai dunia blogging, kepenulisan, dan bagaimana memulai agar bisa menghasilkan uang lewat internet.
    Tanya jawab yang dilaksanakan di grup pun sangat fleksibel, beliau dengan sabar menjawab pertanyaan dari para anggota grup yang memiliki semangat belajar dan antusiasme tinggi mengikuti pelajaran.
    “Fokus ke content sekalipun masih dikit.
    Sabar. Itu kuncinya.
    Bangun dari nol emang ga gampang
    Tapi sabar sabar dan sabar
    Ke depannya tinggal nambah ilmu bagaimana tulisan kita banyak pengunjungnya.”

    Di atas saya kutipkan jawaban dari Kang Wildan ketika ada salah satu anggota grup yang bertanya mengenai bagaimana agar bisa konsisten dalam menulis di blog meskipun viewers nya masih sedikit. Menyenangkan memang, mengikuti diskusi di kelas ini banyak pelajaran dan wawasan yang di dapat lewat interaksi tanya jawab oleh mentor dan anggota grup. Selain itu, jika ingin mendapatkan materi lebih kita harus bisa menyelesaikan tugas yang diberikan agar bisa naik ke kelas level berikutnya.

    Semangat nulis, dan Terima kasih Kang Wildan serta member “Kelas Belajar Nulis Artikel” atas kesempatan belajarnya. J

    Sabtu, 26 Januari 2019

    Terkadang Inginku Begitu Sederhana. Lekaslah Bahagia dalam Bersama.

    Inginku sederhana.
    Bisa membersamai dan dibersamaimu dalam ikatan yang diridhoi Tuhan.
    Cintaku mungkin tak lagi sederhana, perlahan ia menuntut kesungguhanmu membuktikan.

    Ah, terkadang aku ingin sekali bisa bebas bercengkerama denganmu. Pergi kemana saja dengan bebas berdua denganmu saja. Sungguh, letupan bahagia ketika bersamamu itu nyata.

    Namun, kuingat lagi. Tuhan tak meridhoi hal itu. Tuhan lebih suka kita saling menjaga kehormatan dan kemuliaan masing-masing. Saling menjaga dalam ketaatan dan peningkatan kualitas diri masing-masing. Saling menjaga dan mencintai dalam doa-doa yang lirih terdengar angin sebagai peringkas jarak dan obat bagi rindu.

    Terkadang, aku ingin sekali bisa memperkenalkanmu pada dunia. Kaulah -kamuku. Teramat istimewa, hingga menjadi sekat bagi yang lain untuk mendekati. Namun, kuingat lagi. Saat ini kita masih belumlah jadi siapa-siapa. Kita masih dua orang yang belum terikat apa-apa. Jangankan secara agama, diakui secara negara pun masih belum nyata.

    Terkadang, aku ingin sekali dengan bebas menghubungimu. Mengirimkan chat random, dengan berbagai cerita dan curhatanku tentang hari-hari yang dilalui, mimpi-mimpi, makanan kesukaan, kejadian menyenangkan dan tidak menyenangkan, anak-anak kecil yang lucu, guru-guru yang senang sekali berkelakar, atau cerita pedih di balik kuliahku, atau pertanyaan-pertanyaan mbrudulku untukmu.

    "Hai, bagaimana harimu hari ini? Kemana saja? Atau melakukan pekerjaan apa saja hari ini? Hhmm atau kabar ikan di kolam rumahmu baik-baik saja?"

    Hahaha

    Terkadang aku ingin sebebas itu, semanja dan seterbuka itu bercerita, selaiknya orang-orang yang sudah ingin menggenapkan orang lain menjadi bagian penting dalam hidupnya.

    Namun, kuingat-ingat lagi. Memperjuangkanku dan 'kita' agar bisa segera ada dalam ikatan yang diridhoi Tuhan itu agak sedikit tak mudah. Karena ternyata banyak hal yang harus diperjuangkan terlebih dahulu untuk mencapai hal itu.

    Lalu, kutahan inginku. Ku pupuk sabar dan syukurku agar menerima dan berbahagia dengan keadaan sekarang ini. Sekarang ini hal terbaik yang harus kita lakukan adalah; berjuang dan kerja keras. Supaya dapat memenuhi apa-apa saja untuk keperluan kita menikah dan hidup bersama nanti.

    Sekarang ini hal terbaik yang harus kita -aku lakukan adalah, tidak boleh manja, kurangi kekanak-kanakan, childish, lembek, mental tempe, pemalas, kurang antusias, tidak produktif, tidak senang membaca, dan mudah sekali baper pada hal-hal negatif.

    Untuk membangun peradaban yang baik, atas bersatunya kita -dua insan yang melebur menjadi satu semoga menjadi kebermanfaatan dan berkah yang luar biasa bagi keluarga, sesama, dan masyarakat sekitar. Maka hal pertama yang harus aku bangun adalah mental. Mentalku harus kuat, sikap pembelajarku harus gigih kulatih, pikiran cerdas dan kritisku harus terus kuasah, sabar dan penuh sayangku harus penuh kuisi ke dalam jiwa, dan tak lupa memupuk rasa syukur dan menerima atas setiap keadaan yang Allah beri sebagai keindahan tiada tara.

    "Bahwa Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Kaya Maha Penyayang hamba-hamba-Nya, sudah memberikan begitu banyak nikmat pada kita. Selayaknya yang kita lakukan adalah berusaha senantiasa lebih baik dari hari ke hari dalam ketaatan dan mencari keridhoan-Nya."

    Maka, tak apa jika saat ini kita berjarak. Maka, tak apa jika saat ini kita bahkan jarang berkomunikasi. Maka, tak apa jika saat ini kita harus memendam rasa -rindu sayang cinta dlsb.

    Karena sekarang yang terbaik bagi kita adalah bersabar dan menjaga. Berikhtiar bersyukur dan berdoa. Semoga yang terbaik dari harapan-harapan kita bisa segera terlaksana dan mendatangkan banyak kebaikan dan penuh keberkahan bagi keselamatan kebahagiaan kebaikan dunia akhirat kita.

    Tak apa sekarang kita tak bersua, asal kelak kita bisa selalu bersama dalam setia dan bahagia.
    Tak apa sekarang kita tak banyak kata panjang bercerita. Asal nanti saat kita bersama, cerita dari kita adalah hal yang selalu dinanti selepas pulang bekerja.
    Tak apa sekarang kita bahkan tak bisa saling menggenggam tangan ataupun dengan bebas memandang, asalkan kelak jiwa-jiwa dan fisik kita adalah dua yang menjadi satu. Tak terpisahkan, saling terpaut dalam ikatan yang kuat dan takkan terlepaskan hingga bersama ke syurga-Nya yang abadi.

    Tak apa, aku akan sabar menanti. Tak apa, aku akan sabar menerima. Tak apa, aku akan sabar mencintai dan tabah dalam setia.

    Asal kelak, kita bisa bersama dalam sebenar-benarnya bahagia. Bahagia -sebagai kado dari Tuhan atas kesabaran-kesabaran kita dalam menjaga.

    Selamat menjaga, selamat bersabar, selamat berjuang bersama, selamat dalam penuh kesyukuran setiap harinya. Selamat mempercantik, mempercerdas, nan memperindah diri. Semoga segera disatukan dalam ikatan yang diridhai dan diberkahi Tuhan Pemilik Seluruh Semesta Alam.

    `Dari aku, gadismu.
    Ahad, 27 Januari 2019. Pukul 01:53 dini hari, perempuan yang tengah merinduimu. Semoga Allah selalu menjagamu, menjagaku, keluargamu, keluargaku, dan seluruh manusia di alam semesta. ***

    Kamis, 24 Januari 2019

    Bukan Romantisme Biasa

    Kita mencintai jiwanya, bukan sekedar fisiknya.

    Fisik-fisik itu mungkin saja berjauhan, tapi jiwanya tidak.

    Ia melekat kuat dalam tabungan bernama -rindu.

    Dan romantis tak selalu dengan hal-hal fisik, ada yang lebih bermakna dari itu.

    Hal-hal sederhana, namun mampu membuatmu bersyukur dan bahagia bersamanya.

    Rasanya, itu lebih dari sekedar romantisme biasa.

    `Karang Tengah, 24 Januari 2019

    Senin, 21 Januari 2019

    Puisi Pendek

    Mencintaimu adalah salah satu bahagiaku.
    Merindukanmu adalah rutinitas harianku.
    Mencintaimu dengan amat, sangat.

    Jumat, 11 Januari 2019

    Bersediakah berjuang bersama, Tuan?

    Menikah mungkin tak selalu mudah. Namun, di dalamnya aku menyemai harapan bahwa bersamamu –yang tidak mudah bisa kita lewati dengan indah. Menikah mungkin tak selalu mudah. Namun, mencintaimu di setiap hariku –mampu membuat yakin menepis lemahnya harapan.

    Aku yakin, pertolongan Tuhan akan selalu ada bagi kita. Meski aku tau, jalan yang hendak kita tempuh di depan sana masih panjang dan baru saja permulaan –memantapkan hati untuk melangkah pada ikatan yang lebih dicintai Tuhan dan diakui negara.

    Aku, perempuan yang kadang keras kepala. Namun, entah bagaimana bersamamu tenang dan bahagia itu ada tanpa harus mengada-ada, sekedar untuk meluluhkan rasa.

    Aku perempuan yang kadang manja, namun entah bagaimana bersamamu aku percaya aku bisa jadi lebih dewasa. Maafkan, di dekatmu aku sungguh bisa jadi sangat manja. Sekedar menumpahkan rasa –rindu tiada tara. Memecahkan endapan rasa terhalang jarak dan nuansa.

    Sayaang, hidup mungkin tak selalu mudah. Ia menawarkan berbagai rasa, kadang kecewa kadang putus asa, kadang digjaya, kadang menista, ya dunia memang keras menempa kita. Ia menantang kita bekerja lebih keras, bersabar lebih luas, melantunkan syukur lebih ikhlas. 

    Namun, dalam segala keterbatasan dan perjuangan yang tengah kita rasa, aku tak pernah kehilangan bahagia dan percaya. Bahwa di setiap langkahku, Tuhan tak pernah meninggalkanku.

    Untuk niat baik yang tengah kita azzamkan. Genggam erat tanganku, Tuan. Aku bukan perempuan yang hanya akan menemanimu kala senang saja. Karena aku percaya dalam setiap pengorbanan dan ketulusan, Tuhan tengah membentangkan cinta kita lebih panjang melebihi rentang usia.

    Suka duka, bahagia tertawa. Ada banyak kekurangan dari diri kita. Kita pun saling mengetahui itu. Tapi, terima kasih untuk tetap menerima. Aku pun tak berharap melebihi masa. Kamu dan aku dua insan yang tengah berusaha. Tak kenal lelah melangitkan asa. Semoga bahagia dan ridha-Nya dapat kita raih bersama.

    “Jangan pernah ragu memperjuangkan rasa, ada Tuhan Sang Penggenggam jiwa. Ayo, kita melangkah ke jenjang yang lebih diridhai adanya.”



    ~‘Perempuanmu yang akan terus beranjak tua. Maukah temaniku bersama hingga tak ada lagi usia? Berjuang bersama merajut harapan dan keyakinan akan kasih sayang dari-Nya.”

    Jumat, 28 Desember 2018

    Bukan lagi Rindu tapi Renjana

    Rindu memang bisa sangat menusuk kalbu. Jarak memang bisa menciptakan berbagai macam prasangka. Ruang jarak dan waktu yang terbentang jauh diantara kita, dengan komunikasi yang seadanya; padahal gemuruh rasa dalam dada begitu menggelegak ingin menumpahkan kerinduannya.

    Cinta itu rasa yang ingin kuungkapkan. Ia menenun bait-bait rindu hari demi hari menunggu aku dan dirimu bisa bertemu dalam satu tatapan.

    Ah, kenapa begitu susah. Bahkan untuk sejenak berbagi kisah dan kasih. Ah, kenapa lidah dan jariku begitu kelu dan penuh gengsi palsu bahkan untuk sekedar mengajakmu berbicara tentang rindu.

    Alhasil, kita hanya jadi dua manusia yang saling merindu ingin berujung temu dalam tatapan yang menyatu namun terhalang jarak dan waktu. Aku dan kamu diam membisu, dirasuki berbagai prasangka dan ragu.

    Kamu tahu?
    Bagaimana rasanya aku harus merindu tapi untuk sekedar berbagi rindu dalam komunikasi maya pun tak ada. Aku di dera ragu. Aku mencoba pasrah. Pasrah jika seandainya, kamu pergi dan sudah tak lagi mencintaiku karena sedikitpun tak ada menghubungiku.

    Pasrah jika seandainya keluargamu tak merestui hadirku. "Padahal hatiku sangat pilu kala mencoba pasrah seperti itu."

    Sabar, adalah jalanku untuk terus menjaga hati dan mencintaimu dengan rasa yang tidak pernah putus. Aku mencintaimu, dan itu setiap hari. Aku merindukanmu dan itu setiap hari. Dengan rasa yang tidak berkurang, malah semakin bertambah.

    Terima kasih sudah bertemu.
    Setidaknya aku terlalu bahagia untuk hal ini.
    Bertemu denganmu selalu mampu mematahkan macam-macam kemelut prasangkaku untuk pergi. Dan malah semakin percaya juga yakin, "kamulah 'kamuku."

    Bongkahan rindu yang terpendam ribuan waktu lamanya. Buncah dalam temu dan bersama. Aku tidak mau kehilangan momen itu. Kehilangan momen menatap wajahmu barang sejenak. Wajah yang selalu kurindukan di hari-hari sibukku.
    Wajah yang selalu kurindukan, hadir dan senyumnya yang selalu mampu membuatku bahagia dan damai.

    Sayaang ...
    Ada banyak ungkapan rindu dan cinta yang ingin kuutarakan. Namun, aku lebih memilih diam dan membiarkannya bertumpuk di alam bawah sadarku. Menyembul ke permukaan menjadi sosok seolah-olah -aku perempuan kuat yang tangguh dalam hubungan jarak jauh.

    Namun, percayalah di hati perempuan manapun. Ia akan lebih senang berada dekat dengan kekasihnya dibanding harus berjauhan. Berjauhan dengan orang yang kita sayangi itu -menyakitkan, sayang.

    Untuk temu yang begitu sendu. Untuk lekat yang begitu jarang. Maafkan aku terlalu manja menumpahkan rindu.

    Perempuan ini memang terlalu manja, apalagi padamu. Lelaki yang kurindu setiap hari. Semoga kamu maklum, atas tumpahan rinduku padamu kala bertemu.

    Biarkan tatap ini tetap lekat.
    Biarkan hangat ini tetap lekat.
    Biarkan kata ini tetap hangat.
    Biarkan kutebus jarak dan waktu yang berlalu -dengan menikmati waktu bersama menebus rindu yang akan malah membuat semakin rindu.

    `Dari aku perempuanmu.

    Kamis, 13 Desember 2018

    Bejana Jiwa

    Ada bejana jiwa yang hendak diisi. Selaiknya rasa lapar dan haus, yang akan hilang dengan makan dan minum. Begitupun bejana jiwa, pada insan yang masih bernyawa -perhatian dan sayang adalah niscaya. Menjadi kebutuhan yang meninggalkan ketenangan luar biasa.

    Adakah ia tak lagi ramah dan mudah tertawa? Coba kau tengok, Nak. Barangkali sudah berwindu kamu tidak mendengar keluh kesahnya mengudara. Terkadang ia hanya butuh sekadar  didengarkan. Tempat tumpah tanpa merasa dihakimi. Itu sudah lebih dari cukup. Mengisi kembali kekosongan jiwanya. :)

    Sebelum lelap cobalah bertukar kabar, barangkali ada lelah dan sesak seharian yang ia pendam demi menunggumu pulang dan bercerita. Pundakmu, senyum lembut nan empatimu adalah oase yang menyejukkan jiwa dan menghapus segala lelahnya hari itu.

    Atau sudahkah ia jarang membantumu merapikan pekerjaan rumah meskipun sekadar merapikan pakaian?

    Ia terkesan acuh tak acuh atau bahkan kasar tak seperti dulu penuh perhatian bahkan pada hal kecil di dirimu sekalipun?

    Coba kau ingat lagi, Nak. Barangkali sudah berwindu pula, senyum manismu tak lagi tersuguh ketika menyambutnya. Syukur dan terima kasihmu, barangkali ikut terkubur bersama kelelahan dan kekesalan mengurusi kesibukan hari-harimu kala berjauhan dengannya.

    Coba kau ingat lagi, Nak. Rasa hormat dan patuhmu padanya masihkah berdiri tegak dan agung di sanubarimu atau bahkan ... sudah hilang terkikis perlahan, sirna dan menimbulkan prahara.

    Kamu tak lagi merasa dicintai. Dan ia tak lagi merasa dihormati.

    Merasa dicintai dan dihormati adalah dua akar utama kebutuhan jiwa kalian berdua. Jiwanya akan senantiasa hidup, bahkan menebarkan indah pada sesama jika cinta dan hormat antara kalian senantiasa terjaga.

    Kamu tahu apa yang memudahkan kalian mengamalkan ajaran syurga itu, Nak? Coba kau tengok ibadahmu pada-Nya. Sudahkan setenang bernafas lega atau malah terburu-buru tak menikmati bersama doa.

    Atau coba kau cek makanan dan pakaianmu, halalkah ia yang kau makan dan kau pakai? Berhati-hati diantara kedua itu adalah sumber kebaikan dan keberkahan.

    Coba kau dekati Tuhanmu dengan lebih mesra, Nak.

    Dia-lah yg menurunkan ketenangan dan ketentraman ke dalam jiwa kalian berdua. Esok-esok, sebelum mencerca. Ambilah cermin syukur dan sabar sebelum gundah gulana meraja.

    Lelakimu pulang dengan lelah, tanpa keluh padahal sudah lelah seharian berusaha. Hargai dan syukuri ia, Nak. Ia makhluk romantis yg dikirim Tuhan untuk membahagiakanmu.

    Perempuanmu cerewet bercerita. Sayangi dan dengarkan ia, Nak. Ia terkadang hanya ingin dimengerti dengan penuh cinta.

    Sederhana. Isilah bejana jiwanya dengan cinta. Maka kalian akan bersama dalam samara.

    *Dari aku yang menulis ini, setelah terinspirasi dari membaca cerpennya "Kartono" dan "two baby's talk" dalam antologi Patah Tumbuh Hilang Berganti.
    Karya antologi pertamaku bersama teman-teman nulis bareng lainnya. Yuk, kuy baca :D

    Selasa, 04 Desember 2018

    09 : 53

    09 : 53

    Dulu sekali, tepat di waktu itu sllu jd waktu yang dinanti. Dan dengan mendengar deringnya saja, sudah cukup buat bahagia.

    Sekarang, entah cerita itu akan tetap berlanjut atau tidak.

    Tanpa komunikasi dan keterusterangan. Jujur saja, aku merasa lelah dan ingin menyerah.

    But, jangan lupa tersenyum 🙂🙂😊

    Apapun itu yang terjadi. ☺️

    Disyukuri, Alhamdulillaah ... ☘️🍀

    Karena ternyata, bukan aku saja yang terkadang merasa pesimis.

    Dinamika naik turun akan sebuah rasa; Kadang semangat kadang optimis namun kadang juga begitu pesimis.

    Jauh di dalam lubuk hati, harapan itu masih tersimpan dalam.
    Harapan ... Semoga engkau tidak akan pernah mati.

    Hingga ia yang bernama keajaiban. Akan mampu mengerahkan semesta, bekerja sama menyatukan harapan-harapan yang terserak di bumi dan alam yang semakin berjauhan.

    Selamat, berjarak jauh.
    Selamat, semakin menguat.
    Atau bahkan semakin ikhlas melepas.

    Meski batin akan terluka.

    Aku tidak tahu. Aku tidak ingin berharap lagi.

    Belajar pasrah, menerima, ikhlas untuk apapun kepahitan yg sudah terjadi.

    Melapangkan hati menerima atas apapun takdir kehidupan yang Allah beri.

    Apapun itu yang Allah beri. Emosiku harus release ... Menerima, pasrah, dan ikhlas.

    Apapun itu yang terjadi, aku sedang belajar menerima dengan penerimaan penuh dan tulus.

    Sedang belajar mengobati luka-luka yang takutnya akan menghambat diriku untuk membahagiakanmu kelak.

    Aku sedang belajar menjadi perempuan yang bahagia. Demi diri sendiri, untuk keluarga, dan orang yang masih mengharapkanku kelak.

    Jumat, 30 November 2018

    Book Review 2 "Belajar dari Ustadz Yusuf Mansur"

    🌾 Belajar dari Ustadz Yusuf Mansur
    Penulis : Anwar Sani, Tarmizi Ash-Sidiq, dan Ahmad Jameel 📚

    "Pemimpinlah yang menentukan cepat langkah kita menjadi lambat, cepat, atau bisa sangat cepat."

    Salah satu kutipan dari buku "Belajar dari Ustadz Yusuf Mansur."

    Speechless, ... Menyusuri lembar demi lembar buku yang menceritakan tentang kegigihan beliau dalam menolong agama Allah.

    🔖 Kalimat demi kalimatnya menampar diri, mengajarkan tentang keyakinan yang teguh akan setiap janji dan pertolongan Allah yang sudah tertuang dalam kalam-Nya.

    Makna ketauhidan yang hakiki, Ustadz Yusuf Mansur praktekkan di kehidupannya sehari-hari dalam mewujudkan 'big dream' nya untuk Pembibitan Para Penghafal Quran. Yang kemudian sekarang kita kenal dengan Yayasan PPPA Darul Quran.

    Santrinya sudah ribuan, pesantrennya sudah dimana-mana, kontribusinya untuk ummat sudah tersebar ke seantero raya.

    🌿 Tentu dalam perjalanannya, hingga PPPA Darul Quran bisa semegah dan sesukses sekarang tidak lepas dari rintangan dan tantangan.

    Namun, dari beliau lah dan dengan kepemimpinan beliau yang visioner, pantang menyerah, selalu berusaha memberikan mimpi terbaik untuk din-Nya. Hingga akhirnya, cita-cita beliau agar semakin banyak para penghafal Qur'an di negeri ini dapat terwujud.

    🌷 Alur demi alur kisah yang diberikan, syarat akan hikmah dan penuh makna. "Kalo kita nolong agama Allah, ga mungkin Allah diem, nggak mungkin Allah membiarkan kita begitu saja, pasti pertolongan Allah akan datang."

    Banyak kisah, banyak makna di dalamnya, duuuh Ya Allaah ... Mudah-mudahan bisa mencontoh teladan baik dari beliau dalam membaktikan diri sepenuh hati untuk agama Allah tercinta. 💕🙏🌿

    #bookreview
    #withlove
    #bynurulizzati