1. Perempuan
2. Islam
3. Pendidikan
4. Kuliah
5. Guru
6. Keluarga bahagia
7. Pernikahan
8. Persahabatan
9. Perjuangan hidup
10. Masa Muda
Sabtu, 28 Mei 2016
10 Ide Menulis Non Fiksi
Senin, 29 Februari 2016
Ini, Tentang Sesosok Mawar Berduri
Ciputat,
28 Februari 2016.
Langit malam di guyur hujan, hingga
pagi masih enggan untuk berhenti. Menemaniku, menyapa pagi penuh damai. Menatap
sekeliling kehidupan, meraba pada keabstrakan mantra hayati. Bertemankan
mendung awan, dan gemericik air turun menyambangi bumi riang.
Aku
kembali melanjutkan aktivitas tugas kehidupan.
Ada hal
yang mengusikku beberapa waktu ini, ia berlari-lari kecil tapi pasti memenuhi
ruang pikir dalam rongga otakku. Satu kata “Perempuan”.
Yah,
perempuan. Makhluk penuh sensitive anggun menawan nan penuh pesona anugerah
Illahi bak berlian penuh kemilau membuat cemburu bidadari.
Perempuan
memang unik. Hadirnya mampu menyempurna kehidupan seorang insan. Tak
terelakkan, tanpa hadirnya dunia akan terasa bimbang, sepi, dan tidak seimbang.
Sekiranya, begitulah pandangan saya terhadap kaum perempuan. Kaum yang begitu
mulia. Kaum yang menjadi tiang Negara dengan perannya. Dan kaum yang konon
katanya dahulu, pernah didiskreditkan keberadaannya di muka bumi ini.
Huh, sakit rasanya ya membaca kisahnya.
Anak-anak perempuan di kubur hidup-hidup. Ketika kelahirannya tiba, merah padam
pemilik rumah menyambutnya. Kaum perempuan hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu
pada masa itu. Dan yang lebih parahnya, nyawa perempuan adalah tergantung hidup
suaminya. Ketika seorang suami telah meninggal, maka istri nya pun harus ikut
di bakar atau di kuburkan.
Sekelumit
kisah, nasib, dan perlakuan dunia terhadap kaum perempuan pada masa dahulu.
Sebelum mentari itu datang. Sebelum dunia membuka tirai kegelapannya. Sebelum
pintu-pintu kebaikan terbuka lebar bagi sesiapa saja yang menginginkannya.
Yah,
tepat pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 571 Masehi. Telah lahir, seorang putra yang
akan membawa risalah kenabian. Dari seorang Ibu yang luar biasa. Ibunda Siti
Aminah namanya. Menghancurkan segala bentuk kebathilan. Memadamkan segala bentuk kesyirikan.
Meluluhlantahkan segala bentuk kedzaliman. Gelap berganti cahaya, remang
berganti terang benderang. Ketakutan sirna, kebaikan merajalela, benci dendam
telah tiada berganti damai dan penuh cinta.
Allah …
Pemberi Keadilan Maha Kasih sayang .
Terima
kasih telah mengirimkan pada kami hamba pilihan-Mu yang membawa petunjuk, bagi
kebahagiaan dan kebaikan dunia akhirat kami. Yakni Habibana Wa Nabiyana
Muhammad SAW.
Makhluk
Allah yang paling dicintai oleh-Nya, Allah berkata dalam salah satu hadits
qudsi-Nya. Tidak akan aku ciptakan langit dan bumi beserta seluruh isi-Nya
kalau bukan karena beliau. Subhanallah …
Dari
situlah tonggak perubahan peradaban zaman kehidupan. Tepat berapa ribu ratus
tahun yang lalu. Islam menyuarakan ajarannya yang universal. Mari memuliakan sesosok makhluk
ajaib bernama “Kaum Perempuan.”
Sebelum
saya membahas lebih jauh tentang bagaimana agama semesta ini memawarkan mutiara
bernama perempuan.
Kembali,
pada hal yang mengusik pikiranku beberapa saat ini.
Suatu
hari, di siang yang penuh cerah. Bersama rekan-rekan anak asuh lainnya. Tepat,
pada tanggal 14 Februari Yayasan Bait Al-Hasan mengadakan Pengajian Parung
Bulanan seperti biasanya.
Tapi,
kali ini ada sesuatu yang beda dan lain dari biasanya. Berbeda dengan
tahun-tahun sebelumnya. Pengajian kali ini diadakan bertepatan dengan hari yang
sebagian kaum muda menyebutnya “Hari valentine” / “Hari Kasih Sayang”.
do you know what day is it ?
Perayaan
yang tidak ada sejarahnya dalam Islam untuk di rayakan. Bahkan, jika kita mau
menilik sedikit saja sejarah tentangnya sungguh mengerikan. Karena di dalamnya,
ternyata adalah sebuah pesta kemaksiatan. Dimana pada masa itu, seorang yang
dianggap sebagai pengganti dewa kesuburan dan kasih sayang mengadakan undian
bagi kaum adam untuk berhubungan dengan
lawan jenisnya yang belum halal. Dan itu, dilakukan berulang kali.
Sungguh
mengenaskan ya dilihat dari sejarahnya.
Terlepas,
dari berbagai persepsi berbeda orang terhadap hal itu. Setiap orang memiliki
hak dengan argumennya sendiri-sendiri.
Yang
ingin saya titik beratkan disini adalah diskusiku dengan para remaja pada hari
itu. Setelah berhasil membahas sejarah valentine, dan tak terasa obrolan renyah
kami saat itu berlanjut pada pertanyaan dan curahan hati mereka *cieelaaah
curhat yaa :D
Dari
sebagian besar mereka yang mengadukan, katanya bahwa pergaulan sebagian anak muda
zaman sekarang sudah semakin parah. Meskipun tidak semuanya seperti itu. Aku
yakin banyak sekali pemuda-pemudi yang hebat menjaga pergaulannya dengan baik
dalam koridornya.
Dari
situ, ada yang bilang bahwa remaja mereka ada yang hamil sebelum menikah. Dan
itu tidak hanya satu. Lagi-lagi hatiku mengiris pedih dalam kalbu. Perempuan
kembali tak meletakkan kehormatannya pada tahta tertinggi. Sedih. Dan mereka
banyak bertanya tentang hal ini itu tentang perempuan.
Yang
pada akhirnya, aku meringkas simpul.
Perempuan
itu ibarat sebuah kaca. Ketika ia sudah pecah berkeping-keping, akankah
pecahan-pecahan tajamnya itu kembali
bersatu padu indah membentuk sebuah kaca yang utuh kembali. Saya katakan dengan
tegas,” Tidaaaaaaaaak !.”
Perempuan
… aku selalu kagum pada dirimu yang penuh gelar kewibawaan seorang putri dan
Ibu bagi pertiwi …
Aku
selalu ingin mengajak teman-teman perempuan semua, dalam kedua tanganmu ada dua
hal yang begitu penting. Ingatlah ini :
Izzah dan Iffah
adalah dua hal yang harus di genggam di setiap tarikan nafas dan hentakan kaki.
Setelah diskusi
menyenangkan dengan remaja-remaja hebatku hari itu, mereka request pertemuan
selanjutnya untuk membahas “Betapa Islam begitu memuliakan kaum perempuan”.
Senang melihat
antusias mereka terhadap materi ini, tapi ini juga tantangan bagiku akankah aku
mampu menyuguhkan materi yang bagus dan syarat hikmah sesuai tuntunan Islam
tentang materi perempuan ini mengingat kemampuan diri yang masih harus banyak
belajar.
Ah. Perempuan.
Kemilaunya memang mampu menyilaukan setiap mata yang memandang. So, hati-hati
memandang kami ini yaa hahhaha :D
Ada kalanya aku,
memadu pikir bahwa anak perempuan yang hebat dan mampu bersahabat dengan
kebaikan alam adalah seorang yang tak pernah lepas dari bidadari hebat di
belakangnya. Yups, yaitu Ibu dan keluarganya. Betapa ilmu mendidik itu sangat
luas. Tak hanya sejengkal ujung jari kita. Barangkali, inilah yang harus
menjadi fokus utama kita.
Simak yuk, sabda Rosulullah di bawah
ini :
اِسْتَوْصُوا
بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
“Aku wasiatkan kepada kalian
untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)
Sabda Rosulullah
Muhammad SAW di atas sungguh luar biasa, menyuruh kita para ummatnya untuk
senantiasa memuliakan perempuan. Mutiara yang hendaknya selalu di jaga, oleh
semua pihak. Di sayangi, sesuai dengan hak beserta kewajibannya.
Tidak peduli apapun
profesimu saat ini ataupun impianmu kelak. Perempuan tetaplah akan menjadi
seorang pendidik pertama bagi akal dan jiwa seorang anak.
Menurunkan, gen
dominan bagi kecerdasan seorang anak.
Zaman mungkin, akan
semakin edan dengan segala perkembangannya. Tapi, itu tidaklah berarti kita
harus melupa. Bahwa kita masih mempunyai mutiara itu. Mutiara pencerah
kebimbangan masa, mutiara penegak panji-panji peradaban bangsa.
Dengan mendidiknya,
berarti kita telah membantu mendirikan sebuah bangsa yang kokoh.
Seperti sabda Rasulullah,
yang artinya “ Barangsiapa yang memelihara dan mendidik seorang anak perempuan
diibaratkan ia telah memelihara kehidupan seluruh ummat manusia.”
“Barang siapa yang
mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat
bersamaku”
(Anas bin malik berkata : Nabi
menggabungkan jari-jari jemari beliau)
(HR. Muslim 2631)
Di suatu malam,
ketika aku hendak mengajar privat tetangga
rumah. Berselang beberapa rumah. Menyeberangi jalan yang cukup ramai dengan
mobil dan motor.
Bathinku menggelitik, ku coba menjelaskan pandanganku di keremangan malam yang tanpa purnama itu.
Bathinku menggelitik, ku coba menjelaskan pandanganku di keremangan malam yang tanpa purnama itu.
Ada dua orang anak perempuan, tengah
berjalan-jalan bersama. Aku menduga mereka adalah dua orang sahabat karib.
Setelah kuteliti wajahnya, ternyata ia adalah anak yang ku kenal dan akan aku
kunjungi rumahnya untuk mengajar privat. Setelah sampai, di rumahnya Ibunya menyambut
seraya berkata bahwa anaknya sedang keluar.
Entahlah, ada sedih
berdesir menerpa hatiku kala itu. Aku tidak pernah mau menyalahkan siapapun
atas kejadian itu. Hanya terkadang, aku hanya ingin bilang jangan sampai anak
kita merasa kesepian ketika di rumah sehingga lebih memilih mencari kenyamanan
di luar rumah.
Perhatikan Allah berfirman tentang
bagaimana seharusnya memperlakukan kaum wanita dalam ayat berikut:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا
وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ
يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ
كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ
خَيْرًا كَثِيرًا
“Hai orang-orang yang beriman,
tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu
menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah
kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang
nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak
menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu,
padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa [4]:
19)
Terdapat ganjaran
yang besar bagi orang tua yang mengayomi anak perempuan mereka, berupa nikmat
syurga, terhalangi dari siksa api neraka, dan kedekatan bersama Nabi SAW.
Subhanallah ya, bagaimana Islam begitu
memuliakan kaum perempuan.
Mengambil sebuah quote bagus dari
status teman yang mengatakan bahwa,” hanya ada satu hal yang kurang dari
wanita, dia lupa bahwa dirinya begitu berharga.”
Wallahua’lam …
Jauh dari kata baik dan sempurna,
kritik serta saran sangat aku nantikan ya terhadap tulisan ini. Thank you …
Wassalamu’alaikum … Uhibbukum fillah J
Selasa, 16 Februari 2016
Saat hening syahdu malam ini
Seperti malam ini, yang selalu menyiratkan berbagai
kehidupan. Di belahan bumi ini, mungkin kita tengah sibuk berkutat dengan layar
ajaib dan menuliskan huruf demi huruf demi menjadi sebuah paragraf yang runut
dan penuh urut.
Aku tidak tau apa yang sedang terjadi, di belahan bumi
laiinya. barangkali saudariku ini sedang sama berkutat dengan tugas dan
tanggung jawabnya.
Ah iya, aku ingat. Saudariku saat ini tengah menjalani PPL
nya. yap, Praktek Kerja Lapangannya di semester 6 sebagai bagian dari ketentuan
untuk menyelesaikan pendidikannya.
ah, semoga engkau dan semua keluargaku tengah baik-baik saja
ya teh.
Wajarlah mungkin, bila adikmu ini tengah merindu padamu teh.
sama halnya aku sedang merindu pada saudara-saudariku dan ponakan-ponakanku
yang lucu.
Bersama syahdunya suara adzan yang tengah Allah perdengarkan
padaku.
Salam rindu dan cinta dari adikmu ini ya, Teh.
berharap Allah selalu menjagamu dalam kebaikan.
Sosokmu yang selalu bijak nan meneduhkan, semoga semua
keluargaku dimanapun itu sedang berada Allah selalu menjaganya dalam nikmat
rahmat-Nya.
Terima kasih untuk sayang yang selalu membekas pada adikmu
dan senantiasa menuntunku untuk kembali padamu dengan beribu cerita yang akan
engkau dengarkan.
I do love u my sisters.
Teteh-teteh kesayangan Allah.
Biarkan aku mencurahkan rinduku pada kalian dalam bait-bait
doa di mustajab waktu adzan iqomat saat ini.
Ana uhibbukum fillah, dear :)
Kamis, 14 Januari 2016
Dekat
Antara hidup dan mati, tidak pernah tau akan sampai dimana perjalanan kehidupan kita ini. tidak pernah tahu sedang apa dan dimana. Pun tidak pernah tahu sedang bersama siapa, dalam keadaan sakit ataukah tidak dalam keadaan yang seperti apa kita tak pernah tahu.
Kapan datangnya kematian adalah misteri bagi kita, juga takdir yang telah tertulis di lauh mahfudz-Nya.
Ia datang secara tiba-tiba, tanpa pernah pandang bulu. baik itu pejabat, presiden, ustadz, bahkan anak kecil sekalipun. ketika sudah waktunya tiba, batas akhir perjalanan kehidupan kita. kita tak bisa mengelak. kita tak bisa memohon penambahan waktu, kita tak bisa minta dispensasi barang sedetikpun. Allah sudah menentukan waktu ajal kita tiba.
terkadang aku begitu aneh terkadang juga tidak menyangka. dulu ada kakak kelas saya namanya Dewi. beliau adalah seorang yang sangat baik sekali, cerdas, murah senyum, senang berbakti kepada orang tuanya, disenangi oleh banyak temannya, juga berperangai lemah lembut. beliau kakak kelasku waktu di SD, setelah ia lulus. aku jarang sekali bertemu ataupun bermain dengannya. Yang biasanya setiap hari, ataupun sore aku, Teh Dewi, juga banyak teman laiinya bermain bersama. Tapi, setelah masuk smp kita jarang bermain bersama lagi. yang kudengar hanya berita dan ceritanya saja.
Kalau beliau, melanjutkan sekolah di sekolah favorit di ciamis. wuiiih, hebat kataku. bahkan ketika SMA pun, aku dengar ia masih sama melanjutkan sekolahnya di sekolah unggulan juga.
waktu demi waktu, aku tak pernah bertemu dengannya lagi. hingga kudengar kabar kalau beliau terkena sakit parah dan mengharuskannya dirawat di rumah sakit.
Pada saat itu, aku belum bisa menjenguk juga karena memang rumah sakitnya jauh.
Hanya bisa berdoa pada Allah saat itu, semoga kakak yang baik ini segera disembuhkan Ya Allah.
Hingga sampailah, pada hari aku mendengar kabar bahwa beliau meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi raji'un. benar-benar belum bisa percaya saat itu, beliau meninggal di usianya yang masih sangat muda. Dan masih berstatus pelajar kelas 2 SMA.
betapa kematian, akan mendatangi siapa saja jika sudah waktunya tanpa pernah mengenal kata tunda.
Ya Allah, sampai sekarang juga kita sebenarnya hanyalah sedang menanti.
menunggu detik-detik menuju perpisahan itu. detik-detik pertemuanku dengan-Nya.
aku tidak tau, akan sampai di batas mana Allah akan membatas kehidupanku di dunia.
Yang pasti yang aku harapkan selalu, semoga Allah berkenan untuk mencabut nyawaku dalam keadaan terbaik menurut Allah. Khusnul khotimah.
Aamiin YRA.
Aku tidak pernah bisa berdiri sendiri, untuk mencapai kebaikan yang telah Allah ajarkan pada Rasul-Nya.
selalu membutuhkan bimbingan dan bantuan orang lain dalam proses perjalanannya.
aku adalah lemah, tanpa Allah berikan kekuatan.
aku adalah hina tanpa Allah berikan kemuliaan.
aku penuh aib dan dosa, kalo tanpa kasih sayang-Nya untuk menutupi kekurangan kita.
aku adalah rapuh tanpa Allah kuatkan.
Allah ...
Berharap setiap detik-detik yang Engkau titipkan, aku tak akan pernah menyesalinya lagi.
Biarkan indah rahmat-Mu senantiasa menyertaiku juga keluarga dan orang-orang terdekatku.
hanya pada-Mu hamba berharap Ya Rabb ...
Pertemuan indah untuk berjumpa dengan-Mu adalah saat indah yang sangat kami nantikan.
Izinkan dan bantu kami untuk meninggal dalam keadaan khusnul khotimah Ya Rabb ...
Aamiin YRA. :)
Pembaca sekalian, saya mohon maaf lahir dan bathin ya jika selama ini banyak kesalahan juga kekurangan dari diri, banyak merepotkan, bahkan terkadang menjengkelkan hati.
Berharap kasih sayang terbaik Allah senantiasa menyertai ikhwah fillah semua dimanapun berada.
Kapan datangnya kematian adalah misteri bagi kita, juga takdir yang telah tertulis di lauh mahfudz-Nya.
Ia datang secara tiba-tiba, tanpa pernah pandang bulu. baik itu pejabat, presiden, ustadz, bahkan anak kecil sekalipun. ketika sudah waktunya tiba, batas akhir perjalanan kehidupan kita. kita tak bisa mengelak. kita tak bisa memohon penambahan waktu, kita tak bisa minta dispensasi barang sedetikpun. Allah sudah menentukan waktu ajal kita tiba.
terkadang aku begitu aneh terkadang juga tidak menyangka. dulu ada kakak kelas saya namanya Dewi. beliau adalah seorang yang sangat baik sekali, cerdas, murah senyum, senang berbakti kepada orang tuanya, disenangi oleh banyak temannya, juga berperangai lemah lembut. beliau kakak kelasku waktu di SD, setelah ia lulus. aku jarang sekali bertemu ataupun bermain dengannya. Yang biasanya setiap hari, ataupun sore aku, Teh Dewi, juga banyak teman laiinya bermain bersama. Tapi, setelah masuk smp kita jarang bermain bersama lagi. yang kudengar hanya berita dan ceritanya saja.
Kalau beliau, melanjutkan sekolah di sekolah favorit di ciamis. wuiiih, hebat kataku. bahkan ketika SMA pun, aku dengar ia masih sama melanjutkan sekolahnya di sekolah unggulan juga.
waktu demi waktu, aku tak pernah bertemu dengannya lagi. hingga kudengar kabar kalau beliau terkena sakit parah dan mengharuskannya dirawat di rumah sakit.
Pada saat itu, aku belum bisa menjenguk juga karena memang rumah sakitnya jauh.
Hanya bisa berdoa pada Allah saat itu, semoga kakak yang baik ini segera disembuhkan Ya Allah.
Hingga sampailah, pada hari aku mendengar kabar bahwa beliau meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi raji'un. benar-benar belum bisa percaya saat itu, beliau meninggal di usianya yang masih sangat muda. Dan masih berstatus pelajar kelas 2 SMA.
betapa kematian, akan mendatangi siapa saja jika sudah waktunya tanpa pernah mengenal kata tunda.
Ya Allah, sampai sekarang juga kita sebenarnya hanyalah sedang menanti.
menunggu detik-detik menuju perpisahan itu. detik-detik pertemuanku dengan-Nya.
aku tidak tau, akan sampai di batas mana Allah akan membatas kehidupanku di dunia.
Yang pasti yang aku harapkan selalu, semoga Allah berkenan untuk mencabut nyawaku dalam keadaan terbaik menurut Allah. Khusnul khotimah.
Aamiin YRA.
Aku tidak pernah bisa berdiri sendiri, untuk mencapai kebaikan yang telah Allah ajarkan pada Rasul-Nya.
selalu membutuhkan bimbingan dan bantuan orang lain dalam proses perjalanannya.
aku adalah lemah, tanpa Allah berikan kekuatan.
aku adalah hina tanpa Allah berikan kemuliaan.
aku penuh aib dan dosa, kalo tanpa kasih sayang-Nya untuk menutupi kekurangan kita.
aku adalah rapuh tanpa Allah kuatkan.
Allah ...
Berharap setiap detik-detik yang Engkau titipkan, aku tak akan pernah menyesalinya lagi.
Biarkan indah rahmat-Mu senantiasa menyertaiku juga keluarga dan orang-orang terdekatku.
hanya pada-Mu hamba berharap Ya Rabb ...
Pertemuan indah untuk berjumpa dengan-Mu adalah saat indah yang sangat kami nantikan.
Izinkan dan bantu kami untuk meninggal dalam keadaan khusnul khotimah Ya Rabb ...
Aamiin YRA. :)
Pembaca sekalian, saya mohon maaf lahir dan bathin ya jika selama ini banyak kesalahan juga kekurangan dari diri, banyak merepotkan, bahkan terkadang menjengkelkan hati.
Berharap kasih sayang terbaik Allah senantiasa menyertai ikhwah fillah semua dimanapun berada.
Senin, 14 Desember 2015
Kamu itu unik, hei kekasih-kekasih Allah
Setiap orang terlahir dan diciptakan berbeda. mereka memiliki keunikan pun karekternya masing-masing.
Saya selalu kagum pada mereka yang bangga dan percaya menjadi dirinya sendiri di tengah segala perbedaan serta tuntutan kehidupan sekarang ini.
Diri manusia memang unik. Bahkan yang kembar sekalipun pasti mereka memiliki perbedaan karakter dan yang lainnya meskipun berwajar hampir sama.
Dari sekian banyak perbedaan itu, akhirnya para ahli membuat klasifikasi macam-macam kepribadian manusia. Yang saya kutip dari
(http://arie5758.blogspot.co.id/2011/10/4-kepribadian-manusia-sanguin-koleris.html#axzz3uQkCuFLi)
Diantaranya sebagai berikut, sila di baca dan di simak dulu yyaaa hehhehe :
1. SANGUIN
Kekuatan :
Kelemahan :
2. KOLERIS
Kekuatan :
Kelemahan :
3. MELANKOLIS
Kekuatan :
Kelemahan :
4. PLEGMATIS
Kekuatan :
Kelemahan :
Saya selalu kagum pada mereka yang bangga dan percaya menjadi dirinya sendiri di tengah segala perbedaan serta tuntutan kehidupan sekarang ini.
Diri manusia memang unik. Bahkan yang kembar sekalipun pasti mereka memiliki perbedaan karakter dan yang lainnya meskipun berwajar hampir sama.
Dari sekian banyak perbedaan itu, akhirnya para ahli membuat klasifikasi macam-macam kepribadian manusia. Yang saya kutip dari
(http://arie5758.blogspot.co.id/2011/10/4-kepribadian-manusia-sanguin-koleris.html#axzz3uQkCuFLi)
Diantaranya sebagai berikut, sila di baca dan di simak dulu yyaaa hehhehe :
1. SANGUIN
Kekuatan :
- Suka bicara.
- Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
- Antusias dan ekspresif.
- Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
- Hidup di masa sekarang.
- Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
- Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
- Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
- Umumnya hebat di permukaan.
- Mudah berteman dan menyukai orang lain.
- Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
- Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
- Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
- Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
- Menyukai hal-hal yang spontan.
Kelemahan :
- Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
- Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
- Susah untuk diam.
- Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
- Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
- RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
- Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
- Mudah berubah-ubah.
- Susah datang tepat waktu jam kantor.
- Prioritas kegiatan kacau.
- Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
- Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
- Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
- Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
- Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".
2. KOLERIS
Kekuatan :
- Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
- Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
- Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
- Bebas dan mandiri.
- Berani menghadapi tantangan dan masalah.
- "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
- Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
- Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
- Membuat dan menentukan tujuan.
- Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
- Tidak begitu perlu teman.
- Mau memimpin dan mengorganisasi.
- Biasanya benar dan punya visi ke depan.
- Unggul dalam keadaan darurat.
Kelemahan :
- Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
- Senang memerintah.
- Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
- Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
- Terlalu kaku dan kuat/ keras.
- Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
- Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
- Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
- Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
- Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
- Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
- Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
- Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.
3. MELANKOLIS
Kekuatan :
- Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
- Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
- Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
- Sensitif.
- Mau mengorbankan diri dan idealis.
- Standar tinggi dan perfeksionis.
- Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
- Hemat.
- Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
- Kalau sudah mulai, dituntaskan.
- Berteman dengan hati-hati.
- Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
- Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
- Sangat memperhatikan orang lain.
Kelemahan :
- Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
- Mengingat yang negatif & pendendam.
- Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
- Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
- Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
- Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
- Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
- Hidup berdasarkan definisi.
- Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
- Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
- Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
- Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
- Memerlukan persetujuan.
4. PLEGMATIS
Kekuatan :
- Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
- Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
- Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
- Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
- Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
- Penengah masalah yg baik.
- Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
- Baik di bawah tekanan.
- Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
- Rasa humor yg tajam.
- Senang melihat dan mengawasi.
- Berbelaskasihan dan peduli.
- Mudah diajak rukun dan damai.
Kelemahan :
- Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
- Takut dan khawatir.
- Menghindari konflik dan tanggung jawab.
- Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
- Terlalu pemalu dan pendiam.
- Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
- Kurang berorientasi pada tujuan.
- Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
- Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
- Tidak senang didesak-desak.
- Menunda-nunda / menggantungkan masalah
- ........... Nah temen-temen udah pada baca kan macam-macam kepribadian di atas ??! Kepribadian yang manakah yang paling dominan di diri temen-temen ??! kalem temen-temen, kalo kita merasa memiliki kekurangan ataupun kesulitan di beberapa hal seperti misalkan orang kholeris itu sepertinya cenderung tidak mudah bersosialisasi dengan baik dengan temannya semua itu bisa di latih kok. Selama kita mengikuti pendidikan yang baik. Dan yang paling utama adalah kita harus pandai mengenali karakter, kekurangan, serta kelebihan diri sendiri. Nah, dari situ kita bisa menentukan plan ataupun profesi yang paling cocok sama kita.
Jumat, 27 November 2015
Malaikat-malaikat tak bersayapku ...
Di balik sejuknya angin kesegaran
yang menyapa, selalu mampu memberi kesejukan harapan baru
Hari ini aku disini …
Menguatkan serta meneguhkan diri
berdiri
Tengah merajut asa yang bagiku bukan
hanya sekedar asa …
Ia menyimpan mimpi serta harapan
terbaik bagi masa depan gemilangku …
Waktu yang berjalan, menyisihkan
berbagai tanya dan syukur yang tak terkira
Bahwa sampai saat ini, betapa banyak
anugerah dan nikmatnya
Meski diri belum sepenuh harapan
Tapi, syukur itu harus selalu
kugenggam teguh dalam bathin
Terpatri dalam jiwa …
Proses setiap orang memang berbeda …
Terkadang ada hal-hal yang kita tak
pernah bisa memilih
Hanya bisa menerima dengan tafakur
Pun memampukan diri pada hal
anugerah yang dapat di usahakan dengan baik …
Haloooo … Assalamu’alaikum … Sahabat
pembaca setia blog ku sekalian … Bagaimana kabarnya niiiiiihhh ??! rindu yyaaa
cukup lama juga tidak posting blog hehehe
Semoga sahabat pembaca sekalian
senantiasa ada dalam kesehatan lahir dan bathin … serta selalu ada dalam
bimbingan rahmatnya Allah yyaaa … Aamiin YRA … :D
>>> Malaikat-Malaikat Tak
Bersayap <<< tararaaaa ….
Sudah pernah mendengar kan satu kata
judul diatas, sahabat ??!
Sebuah kata yang membuat kita berimajinasi
tentang keindahan, kebahagiaan, kebaikan, dan kedamaian … malaikat-malaikat tak bersayap
…
Perjalanan kehidupan merupakan
sebuah proses yang dijalani sesuai tugas dan perkembangan pada masanya
masing-masing …
Dan ia tidak pernah lepas dari peran
pentingnya keberadaan orang lain dalam kehidupan kita ??! betul atau betul
sahabat pembaca sekalian ??!
Yups, kita tidak pernah mampu untuk
berdiri sendiri tanpa adanya bantuan orang lain dalam proses perjalanan
kehidupan kita …
Sedari kita kecil yang masih
imut-imut nih sama lucu-lucunya, ada Ibu dan Bapak kita yang merawat,
mengurusi, membimbing, serta mendidik kita …
Mereka mencurahkan seluruh waktu
kehidupannya untuk kebahagiaan kita …
Mau makan, disuapin, mandi
dimandiin, dipakein baju, diajarin cara bicara, belajar berjalan, dan dari
merekalah … kita sekarang mampu mengenal yang namanya dunia …
Mereka mengenalkan serta membuka
cakrawala berfikir kita tentang kehidupan yang lebih luas yakni dunia serta
alam abadi “akhirat”
Saya suka terharu ketika melihat
anak kecil yang setia diantar jemput oleh ibunya pergi ke sekolah …
Kebayangkan betapa sayangnya seorang
Ibu pada kita anak-anaknya …
Setiap sekolah dianterin, melihat
kehangatan serta kasih sayang mereka rasanya menyadarkan diri begitu mulianya
seorang Ibu bagi kita …
Ia mendedikasikan waktu-waktu
berharganya untuk membersamai serta menggemilangkan kehidupan kita …
Ada sebuah percakapan menarik antara
Ibu dan anak ini …
I : Nih, topi yang suka dibuat oleh
Bapak di tempat kerjanya …
A : Oh iya bu …
I : Iyaaa, Opik kan suka Tanya
kerjanya Bapak apa ??!
Udah mau pulang belum ??! ( ceritanya mereka sedang bermain di
rumah tetangganya )
A : Belum bu, ntar aja …
I : Yaudah main dulu … sahut ibunya
… Opik kalo ibu kerja boleh gak ??!
(Sang Ibu bertanya pada anaknya)
A : Gausah Ibu, Ibu gausah kerja
disini aja sama Opik temenin Opik …
I : Iyaaa, Ibu gak kerja Ibu disini
temenin Opik … ntar kalo Ibu kerja, Opik jadi anak pembantu dong Ibu gamau ga
ridho Ibu … kalo Ibu kerja nanti Opik gak pinter dong siapa yang ngajarin …
A : Iyaaa, ibu sini gausah kerja
sama Opik aja …
Sahut anaknya lagi meyakinkan …
Rasanya kekagumanku pada Ibu dan
anak ini sungguh luar biasa … anaknya sholeh, pinter, baik, sopan santun,
periang, juga kreatif … dan itu tidak lepas dari peran pentingnya seorang Ibu
ini yang dengan begitu tulus dan dedikasinya untuk mendidik serta menyayangi
anak tercintanya … Ia rela meninggalkan dunia nya bersama teman-teman
sebayanya untuk Opik anaknya … rela pula meninggalkan rupiah gaji besar di tempat
kerjanya dulu untuk mengurusi suaminya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta
dan anak nya.
Subhanallah … bukan, betapa mereka
adalah malaikat-malaikat tak bersayap yang senantiasa mengajari kita cara
berkelana di kehidupan yang baik dan singkat ini …
Sepenggal kisah di atas selalu mampu mengingatkan diriku kembali bahwa ...
Sampai sekarang, aku beranjak dewasa
pun … aku masih harus selalu dibimbing, diingatkan, dan bersahabat bersama
malaikat-malaikat kehidupanku …
Senang dam harus banyak bersyukur rasanyaaa … mereka
hadir menyempurnakan kehidupanku …
Pelangi-pelangi
indah itu senantiasa mewarnai uniknya kehidupan yang kujalani ... dari
mereka aku banyak belajar tentang arti pentingnya kehidupan ... Sampai
usiaku sekarang sudah menginjak usia dewasa, suka teringat bagaimana
Ibuku 20 tahun silam berjuang untuk mengandungku selama 9 bulan,
melahirkanku dengan mempertaruhkan nyawanya, merawat serta menyayangiku
meski takdir Allah berkata lain. Kebersamaan kami begitu singkat,
rupanya bidadari cantikku Allah panggil lebih dulu untuk menghadap-Nya
... dan saya selalu yakin bahwa Allah tidak pernah menelantarkanku pun
Allah pasti begitu menyayangi Ibuku ...
Waktu yang singkat tapi menyimpan makna besar yang sampai saat ini aku berusaha untuk mampu menyingkapnya dengan baik ...
Teringat
dulu aku dan Ibu sangat dekat sekali diantara 6 bersaudara yang lain,
entah karena emang masih kecil yyaa dulu itu hehhee
kemana-mana selalu ikut Ibu, genggaman tangan dan langkah kakinya selalu membersamaiku kemanapun ...
Kesabarannya begitu tiada tara menghadapi aku yang masih kecil dan terkadang mungkin begitu aktif ...
Bangun di sepertiga malam mencari-cari Ibu yang rupanya sudah tengah berkesiap di dapur untuk menyiapkan kebutuhan keluarga ...
Ketika
waktu sholat tiba aku selalu melihat Ibu dan Bapak, dan selesai mereka
sholat aku pasti saja selalu duduk dipangkuan mereka sambil menemani Ibu
dan Bapak berdzikir setelah sholat ...
Betapa hal itu, hal yang sangat aku rindukan saat ini ...
Mungkin kalo beliau ada, ingin sekali aku bercerita dan berdiskusi panjang lebar dengannya ...
Membelai rambutnya yang panjang dan menatap wajah teduhnya yang mendamaikan ...
Ibu adalah orang yang sangat rajin bekerja, penuh sabar, dan tak kenal lelah untuk kami putra-putrinya ...
Terkadang,
ketika aku bangun pagi sekitar jam setengah 6 kudapati Ibu sudah tidak
ada di rumah ... Ia sudah bergegas pergi ke sawah untuk menunggui
tanaman padinya agar tidak diganggu burung-burung nakal ...
May Allah always keep and put my mother in the best place in syurga ... Aamiin YRA ... :)
Entah kenapa, postingan kali ini aku ingin sekali membahas tentang ini tentang malaikat-malaikat tak bersayapku ...
Sesi-sesi perjalanan kehidupanku rupanya begitu indah dan menggoda untuk kurenungi kembali di setiap waktu yang Allah berikan ...
Rasanya, aku tidak pernah lepas dari mereka yang kunamakan malaikat-malaikat tak bersayap ...
Wanita-wanita beserta keluarga luar biasa ...
Orang-orang inspiratif serta mendamaikan juga cerdas mengolah lirik kehidupan ...
dari merka aku banyak belajar dan sering diingatkan ...
Mungkin tanpa mereka aku takkan bisa menjadi aku yang sekarang ...
Ibu
Tita ... guru SMP ku yang sangat aku kagumi ia cerdas, disenangi semua
muridnya, sabar, juga paling peduli pada murid-muridnya termasuk aku.
Pokoknya beliau itu guru sekaligus sahabatku sampai kapanpun ...
Kalau
pulang, Bu Tita selalu bilang jangan sampai loss contact yaa hubungi
aku selalu ... aah, bu Tita itu the best ... damai, adem banget kalo
sama beliau. banyak pelajaran, nasihat, serta hikmah kehidupan yang aku
dapatkan darinya. mungkin kalo waktu smp dulu aku tak dekat dengan
beliau entah bagaimana aku dapat melewati masa-masa remajaku saat itu
... beliau sudah seperti Ibu, kakak, dan sahabat bagiku menginspirasi
serta mengajarkan nilai-nilai agama padaku ...
teteh-tetehku,
Aa Ajat ( is my hero hehe ), keluargaku, yang tak dapat aku sebutkan
satu persatu saking banyaknya mereka banyak berperan dalam kebaikan
kehidupanku ...
menginjak masa SMK ku aku pun di pertemukan kembali dengan malaikat tak bersayapku ... yakni Ibu dan Bapak ...
Ibu
dan Bapak adalah sosok luar biasa ... sampai sekarang aku selalu ingin
bisa meneladani mereka dalam menjalani kehidupan begitu tenang, supel,
cerdas, bersahabat dengan semua orang, dan begitu menyenangkan ...
Bapak
itu orang yang baik bangett, sayang sama keluarga ... beliau adalah
kepala sekolah smp ku saat itu dan juga guru bk kebayangkan aku yang
asalnya udah tertarik sama yang namanaya psikologi jadi makin tertarik
setelah ketemu sosok psikolog langsung heheh
dan Ibuuuuu ... orang cerdas banget, idealis, sholihah, Ibu dambaan umat deh pokoknya ...
setiap
cerita sama Ibu mh selalu serruuuu ... kadang kalo diskusi sama Ibu
kita suka gak sadar waktu tahu-tahu udah malem aja yang lain udah pada
tidur ... ato tahu-tahu udah soree aja kalo Ibu lagi senggang ato udah
pulang dari ngajarnya ...
kalo
ngeliat Ibu ngajar kebetulan aku juga adalah murid beliau di smk, hati
tuh suka bilang suatu saat nanti aku ingin seperti Ibu begitu cerdas
dalam mengajar dan mendidik murid-muridnya ... dan inspiratif pastinya
... kata-katanya tuh ibarat air mengalir dengan lancarnya menyejukkan
setiap liku-liku bebatuan hehhehe
teman-teman seperjuangan, guru-guru, murabbi, dan tanpa mereka aku takkan pernah belajar banyak hal ...
mereka memberi pelajaran bermakna bagi hidupku sampai saat ini pun.
Hingga
sampailah aku disini untuk melanjutkan mimpiku, mengejar cita-citaku
yang bagiku bukan hanya sekedar biasa tapi ia mempunyai misi dan harapan
yang banyak hehe
Bertemu dengan teman-teman keluarga bait Al-hasan, serta Ayah dan Bunda ...
Saya ingin sekali mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya telah mengizinkan aku untuk bergabung disini ...
Disini aku mendapatkan didikan, tempaan, dan pengalaman kehidupan luar biasa ...
bersama berjalannya waktu mereka membuatku untuk terus belajar lebih disiplin, dan lebih bijak lagi dalam kehidupan ...
dan terutama untuk terus semangat kuliah dan menuntut ilmu ...
Temen seperjuangan .. Uus sama Mba Kiky nih makasih banyak yyaa Bunda, Ayah, Bunda Endah juga ...
kalian luar biasa ...
Kalian itu malaikat-malaikat tak bersayapku ...
Tak bisa kusebutkan satu persatu ...
Tapi, kalian begitu berharga ...
menguatkanku kala lemah
mengingatkanku kala salah
menginspirasiku kala waktu coba menebas haknya ...
tetaplah bersamaku jadi kawan hidupku bersama kita hadapi dunia ... ( waduuh ko jadi nyanyi yaah haha )
hmm
sepertinya udah dulu yaaah sahabatku sekalian pidato dan curhatan
panjang lebarku hari ini udah malem harus bobo biar besok bisa bangun
sepertiga malem ... dan mempersiapkan dengan baik tugas-tugasku
selanjutnya ...
Akhir kata :D
ayuk. kita saling mendoakan selalu yaa sahabat sertakan aku dalam setiap doa-doa syahdumu pada Allah ...
berharap Allah menggenggam erat terus tanganku menuntunku ke jalan terbaik yang di ridhoi-Nya ... Aamiin YRA ... :D
Terima kasih banyak ...
Mohon maaf lahir dan bathin ...
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
Langganan:
Postingan (Atom)

