Senin, 06 Juli 2020

Ia Yang Begitu Baik

Terima kasih banyak Ya Allah ...
Kau hadirkan orang yang sangat baik 😭
Yang rela berkorban apapun demi kebahagiaan dan kebaikanku..

Semuanya atas izin dan kasih sayang-Mu Ya Robbi..

Bantu hamba menjadi perempuan yang cerdas nan sholihah.. senantiasa lembut, sabar, dan pandai bersyukur Ya Allah Ya Rabb..

Allahumma solli'ala sayyidina Muhammad..
🙏🙏🙏

Alhamdulillaah 'ala kulli hal

Alhamdulillaah 'ala kulli hal ...

Dipertemukan dengan orang yang sangat-sangat baik, sholih nan tampan peneduh hati..

Melalui perantara orang-orang baik, didekatkan dengan orang-orang sholeh-sholeha yang selalu mengingatkan dan mengajakku pada kebaikan dan ketaatan..

Alhamdulillaah 'ala kulli hal ...
Alhamdulillaah 'ala kulli hal ...

Semoga Allah memberikan petunjuk, cahaya, bimbingan, kelancaran, keberkahan, kekhusyukan, dan ketenangan dalam segala niat baik kami ... Aamiin YRA 🙏😍😇

Jumat, 03 Juli 2020

Perasaan Bukan Untuk Dipermainkan Apalagi Dijadikan Bahan Ghibahan

Perasaan orang lain bukan untyk dipermainkan.
Jagalah hatinya, pahami karakternya jangan sampai kita menyakiti menggores luka pada hati orang lain.

Mereka bersedih terluka menangis, bukan untuk kita tertawakan. Bukan untuk dijadikan bahan ghibahan ataupun ajang unjuk kelebihan tentang siapa yang paling lebih dan kuat.

Kamu memang kuat dan hebat. Penuh pengaruh dan memiliki segalanya kebaikan. Namun, hati-hati jangan pernah meremehkan perasaan orang lain. Bertemanlah bukan sekedar karena kamu butuh, tapi kamu menghargai harkat derajat kemanusiaanmu yang berharga yang sudah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Agung dan Suci.

Berempatilah, Nak. Jaga hati dan perasaan orang lain jangan sampai meremehkan bahkan sampai melukainya. 
Kalian sama-sama manusia berharga yang diciptakan Tuhan dengan sudah diberikan banyak karunia untuk hidup dengan selalu bersyukur dan berbuat baik dengan tulus kepada sesama manusia. 

Bukan untuk berhati dua apalagi tak bertenggang rasa. Masalah perasaan tak bisa disepelekan. Ia bahkan bagian dari jiwa manusia yang sangat berharga. 

Kamis, 11 Juni 2020

Assalamualaikum, Nak ...

Bismillah..
Sudah lama sekali rasanya tidak mengunjungi atau mengisi blogku ini dengan tulisan-tulisan sederhana..

Hari ini, aku ingin menyapamu.. menyapa sesosok makhluk yang masih terjaga di alam yang damai..

Assalamualaikum, Nak ...
Ibu memang belum menikah, namun calon ibumu kelak ini memiliki impian.. mudah-mudahan Allah mengaruniai Ibu putra-putri yang sehat serta sholeh-sholehah..

Ada banyak hal yang tengah Ibu pelajari dan alami akhir-akhir ini, Nak..
Ada pedih, luka, patah, rasa lelah, pengalaman dan pelajaran berharga, dan tidak sedikit pula berkah rahmat dan karunia kebaikan dari Allah untuk Ibu..

Sebentar lagi usia Ibu akan menginjak usia seperempat abad, Nak..
Ibu tengah belajar bagaimana agar kelak menjadi seorang perempuan yang bergelar Ibu.. menjadi Ibu terbaik bagi kamu, dan imam ibu kelak..

Kamu berhak dilahirkan dari seorang Ibu yang pandai menjaga kehormatan dan kesucian dirinya..

Kamu berhak dilahirkan dari seorang Ibu yang penuh sayang dan cinta tulus untukmu, Nak..

Kamu berhak dilahirkan dari seorang Ibu yang cekatan, cerdas, serba bisa, dan penuh sabar, Nak..

Kamu berhak dilahirkan dari seorang Ibu yang taat pada Allah, mencintai Rasulullah, dan berakhlakul Karimah.. berperangai indah nan mulia terhadap keluarga dan sesama..

Kamu berhak diperlakukan dengan sangat mulia sesuai tuntunan syariat Allah Yang Maha Mulia..

Oleh karena itu, sekarang Ibu sedang belajar, Nak.. belajar banyak hal agar bisa menjadi seorang Ibu dan istri terbaik dalam keluarga kita..

Tak apa, Ibu sekarang merasa lelah
Kadang pasrah dan ingin menyerah..
Namun, visi dan cita Ibu untuk memuliakanmu lebih besar adanya dibanding mengikuti rasa lelah itu..

Semoga Allah menakdirkan Ibu berjodoh dengan lelaki sholih, berilmu, tampan rupawan, sehat pekerja keras, penyabar bertanggung jawab dan yang paling utama ia adalah hamba yang cinta dan takut kepada Tuhannya.

Memuliakanmu, Nak.. adalah harus dimulai dengan memilih lelaki terbaik untuk kelak menjadi ayahmu dan pemimpin nakhoda pendidik keluarga kita..

Bismillah ya, Nak..
Doa-doa dan shalawat Ibu rafalkan..
Sujud-sujud syahdu Ibu dawamkan..
Demi kebaikan Ibu, kebaikan keluarga Ibu, kebaikan rumah tangga syurga Ibu kelak, dan kebaikanmu, Nak..

Kamu berhak bahagia dalam penjagaan dan didikan yang mulia, Nak..

Bismillah ya, Nak..
Semua lelah Ibu saat ini..
Perih yang ibu rasakan dalam belajar, menuntut ilmu, menimba pengalaman berharga, membangun relasi bersama hamba-hamba yang shalih-shalihah..

Semoga bisa menjadi asbab keberkahan hidup untukmu kelak.. untuk keberkahan seluruh keturunan dan keluarga kita kelak..

Yang paling Ibu takutkan, Nak..
Adalah murkanya Allah..
Bagaimanapun perih menggenggam bara api kehidupan..
Namun, kita harus selalu ingat, Nak..
Hanya Allah tujuan hidup kita..
Bagaimanapun kisah perjalanan hidupnya..

Semangat ya, Nak..
Semoga Allah menguatkan Ibu..
Menjadikan lelah ibu Lillah dan berlimpah berkah..

"Ya Allah lindungi aku dan keluargaku dari siksa api neraka di dunia dan akhirat-Mu.. lindungi kami dari segala macam marabahaya dan murka-Mu.. kami mohon ampunan dan rahmat-Mu.. kami mohon belas kasih, ridha, dan penjagaan-Mu, kami mohon kekuatan pertolongan dan jalan keluar dari setiap kesulitan.. dengan belas kasih-Mu Ya Rabbi.. kami berharap kebaikan, kebahagiaan, keberkahan, dan keselamatan untuk kami di dunia dan di alam yang abadi kelak.. kami mohon petunjuk dan ridha-Mu Ya Rabbi.."

Tak apa sekarang berlelah-lelah ya, Nak..
Semoga Lillah, Allah kuatkan..
Semoga berkah dari setiap perjalanan..
Semoga Allah selamatkan dan lindungi dari segala hal yang tidak baik dan menyakiti..

Aamiin YRA..

Surat dari calon Ibumu..
Ibu ingin menjadi seorang Ibu terbaik untukmu kelak, Nak..
Semoga Allah senantiasa menjaga dan membimbing Ibu.. 💖🙏


Kamis, 19 Maret 2020

Hanya Allah 💙

Aku tidak ingin mencintainya. Karena ketika kehilangan, aku akan kembali sakit dan patah.

Aku ingin sepenuhnya mencintai Tuhanku saja. Mendedikasikan pengabdian, pelayanan, dan ketaatanku semata untuk mendapat Ridha Tuhanku.

Patah, kehilangan, hati yang berlubang parah tak mudah untuk disembuhkan. Aku tidak mudah melupa orang yang pernah mencintai dengan tulus padaku.

Maka, izinkan aku seperti ini. Aku hanya ingin berbakti dan mengabdi penuh kepada-Nya. Allah satu-satunya Dzat yang tidak akan pernah meninggalkan hamba-hamba-Nya.

Sabtu, 22 Februari 2020

Indah..

Malam pekat. Hujan deras ditemani lagu-lagu senandung Kunto aji. Indaah melodi kata bersama rintik merdu yang turun membasahi gersangnya hati di bumi..

Duhai hati, betapa indahnya Allah memberi nikmat.. sesederhana mendengarkan lagu-lagu lirih pengusir sendu bersama ramainya air hujan dan bacaan yang mengasah fitrah nurani 🤗

Minggu, 16 Februari 2020

Ampuni kami Ya Allah

Allaah...
Betapa banyak dosaku
Tidak terhitung khilafku
Betapa banyak manusia terluka karena sikapku
Hanya pada-Mu tempat mengadu

Ampuni segala khilaf kami
Ya Allah..
Ampuni segala dosa yang pernah kami lakukan..
Hanya Engkau Yang Maha Pengampun
Engkau Yang Maha Pemberi maaf

Ampuni kami Ya Allah..
Maafkan kami..
Bimbing kami menuju jalan yang Engkau ridhoi..
Perbaiki akhlak kami kepada-Mu, kepada diri dan sesama kami..

Tuntun kami yang lemah ini
Dengan cahaya terang benderang-Mu..

Limpahkanlah ampunan, rahmat, dan perlindungan bagi orang tua, keluarga, saudara, guru-guru, dan seluruh teman kami wahai Yang Maha Penyayang.. 

Ampuni kami Ya Rabb
Ampuni segala khilaf kami Ya Rabb
Ampuni segala kesalahan kami Ya Rabbun Gofur 😭🙏🙏

Minggu, 02 Februari 2020

Tuhan, jangan pernah tinggalkan aku sendirian (Sebuah Catatan Kala Itu)

Tuan..
Rasaku teguh dan tidak mudah berubah
Tidak mudah jatuh, namun sekalinya jatuh hatiku teguh dalam usaha setia
Meski bilangan waktu yang banyak kita tidak berkomunikasi..
Tidak seperti muda-mudi lain yang mungkin setiap saat bisa video call.an
Namun, tak pernah kucoba bandingkan perihal dirimu
Karena aku sangat bersyukur akan uniknya dirimu.. itu anugerah sekali untukku

Aku mencintaimu dan itu keputusanku dengan tulus
Namun tanpa komunikasi dan keterbukaan kadang aku bertanya-tanya pada diri sendiri, apakah aku sebenarnya tidak diinginkan?

Ah kutepis pemikiran kerdilku itu, tak seharusnya aku hiraukan bukan?
Mengingat begitu banyak kebaikanmu untukku..
Aku menguat dan kembali percaya, kamu hanya sedang sibuk dengan kehidupan juangmu saja atau kamu ingin menjaga sebelum waktunya tiba..

Tuan..
Barangkali banyak hal berat yang kamu lalui, dan aku tidak ada di sampingmu untuk sekedar temu dan memberikan senyum semu
Dalam pikirku, aku percaya dan yakin kamu tengah berjuang untukku juga keluargamu..

Maafkan aku, Tuan..
Aku mungkin tak perhatian
Kala kamu lelah dan ingin menyerah
Bahkan aku tak tahu perihal yang terjadi dengan dirimu
Tak sepatutnya aku banyak menuntut padahal peduli dan doaku untukmu masihlah sangat sedikit sedangkan juang dan lelahmu tak terhitung digit

Dua ribu delapan belas, aku dibuncah bahagia
Bagaimana tidak?
Seseorang yang kucintai dan sangat kuharapkan mulai menunjukkan kejelasan hubungan
Ia menanyakan perihal kapan aku mau mempersilahkan lamaran
Ia juga bersiap meminta restu orang tua agar diiringi ridha dan keberkahan
Tuhan, nikmat mana lagi yang hendak aku dustakan?
Dipertemukan dengan seseorang yang sangat baik dan aku inginkan, dan sekarang ia menunjukkan i'tikad baik perihal kepastian

Hari-hari berlalu
Aku bersabar
Gundahku karena rindu karena lama sekali tak bertemu
Juga perihal bertukar kabar dan berbagi cerita yang aku rasa semakin jarang
Aku harus bersabar dan senantiasa berpikiran baik, tak ada yang harus aku khawatirkan karena ia begitu baik
Meski renjana pada ia yang tercinta begitu meradang
Kapankah kita boleh bertemu lagi, Tuan?
Aku ingin bertukar cerita
Aku ingin mendengarkan cerita-ceritamu 
Atau suara dan candaanmu yang khas
Banyak pun tak apa, aku akan senang hati mendengarkannya
Merasakan tenang dan senang bersamaan kala berdekatan..

November di penghujung perhelatan, ...
Pertanyaan demi pertanyaan kulontarkan
Mempertanyakan kembali perihal bagaimana kejelasan..
Hingga jawaban yang terlontar, cukup membuat sesak di dada

Bolehkah aku mengungkapkan, bahwa masa itu kala aku membaca satu persatu kalimat jawabanmu
Aku merasa dilepaskan
Aku merasa tidak diinginkan
Aku merasa begitu rendah dan berjuang sendirian

Ah, sungguh perasaanku kala itu sungguh egois
Aku sangat egois
Tanggapan yang kulontarkan pun dipenuhi egoku sendiri
Pergi kemanakah halus empatiku akan perasaanmu kala itu..

Maafkan keegoisanku kala itu..
Maafkan ketidakpekaanku
Maafkan, kurang sekali empatiku
Maafkan segala ketidaksempurnaanku, Tuan..

November yang patah
Menyisakan isak-isak tangis di sudut rumah
Tangis sesak, terkejut, hingga lelah..

November yang patah
Maafkan, perempuan yang penuh salah
Perihal perasaan yang begitu mendominasi
Hingga akal jernih terdahului ..

November dikejutkan dengan patah
Desember dikejutkan dengan kedatangan
Januari perihal kepasrahan
Kemana aku harus melabuhkan
Kala yang kuinginkan tak ingin lagi mempertahankan?

Tuhan.. 
Jangan pernah meninggalkanku sendirian 😭



Sabtu, 25 Januari 2020

Bukan berarti menyerah

Yang pergi, bukan berarti ia menyerah..
Yang datang, ia yang sudah tersurah..

Aku tak ingin ada lagi yang patah karena egoku..
Yang hadir di hidupku semuanya sangat berharga..
Maka kuharap, Allah senantiasa membimbingku menjalankan peran dari-Nya dengan sebaik-baiknya..

Minggu, 24 November 2019

Memilih Niche Blog (Tantangan Pertama Non-fiksi)

Di Minggu pertama kelas nonfiksi, dimulai dengan materi "Niche" oleh Kak Rindang. Beliau memaparkan bahwa Niche adalah fokus tulisan pada blog kita.

Memilih fokus "Niche" akan sangat bermanfaat terhadap produktivitas blog kita, diantaranya blog yang kita kelola menjadi lebih expert, bisa lebih mudah dioptimasi, menjadi rujukan karena tema yang fokus tadi, dan bahkan bisa sampai menghasilkan uang dari blogger.

Sejujurnya saya bingung ketika mendapat tantangan niche ini, karena isi blog saya masih gado-gado. Hehe

Namun, saya perlu mengerjakan tugas tantangan pertama kelas nonfiksi yaitu memilih niche dalam blog.

Nah, Kak Rindang memberikan beberapa pertanyaan nih supaya bisa membantu kita menemukan niche dalam blog sesuai passion atau kesukaan dan minat kita.

1. Apa sesuatu yang mudah bagimu

Menuliskan sesuatu berdasarkan pengalaman yang terjadi, atau menuliskan topik yang kusukai baik itu berdasar pengalaman, bacaan, atau tontonan.

2. Pikirkan rutinitas keseharian, apa kegiatan yang paling kamu tunggu-tunggu? 

Bertemu dengan keluarga, orang-orang tersayang, dan sahabat terdekat yang bisa berbagi / sharing tentang hal apa saja.

3. Apa hard skill yang kamu miliki? (contoh: menulis artikel, programming, Photoshop, menggambar, Bahasa Inggris) 

Maybe, menulis blog ala diary dan sedikit kemampuan berbahasa Inggris yang harus terus saya asah.

4. Apa soft skill yang kamu miliki? (contoh: gampang berteman, bisa presentasi yang menarik, percaya diri yang tinggi) 

Saya rasa saya cukup baik dalam hal percaya diri dan presentasi.

Nah, dari empat pertanyaan yang sudah saja tuliskan jawabannya saya disana. Jujur saja, saya masih pemula dalam dunia per-bloggingan apalagi tulisan non-fiksi. Sehingga masih harus banyak belajar dan mengenali tulisan diri sendiri untuk menemukan niche yang tepat pada blog saya.

Namun, bismillah untuk saat ini saya memilih niche blog saya adalah mengenai "cerita / hikmah yang saya temukan dari kejadian sehari-hari".

Seiring berjalannya waktu, semoga saya semakin giat belajar dan berlatih mengembangkan kemampuan diri sehingga dapat menemukan niche yang lebih tepat dan spesifik untuk blog saya ini.

Mohon kritik dan sarannya juga teman-teman. Terima kasih. Hehe

Simpul Ikatan Yang Kuat

Aku bisa menjalani kehidupan seperti sekarang wasilahnya adalah karena pengorbanan, usaha, dan kebaikan Mamah dahulu. 

Darahnya mengalir dalam tubuhku, kita pernah menjadi satu nafas dalam satu tubuh, satu rasa, satu jiwa, menyatu dalam satu raga. 

Ia adalah aku. Aku bersama jiwa dan raganya kemanapun melangkah pergi.
Mamah adalah cintaku. Darah dan pengorbanannya mengalir dalam tubuhku.

Raga yang pernah bersatu. Jiwa yang saling menyatu. Menyimpulkan simpul ikatan yang kuat, detak batin yang saling bertautan. Ada apapun denganku, batinnya akan terkoneksi dengan mudah.

Maka di sudut hidup yang mana aku bisa melupa ia adalah bidadari terindahku.
Aku ingin menyatu dengannya dalam bahagia dalam suka cita di dunia dan akhirat.

Pentingnya Apresiasi

Salah satu hal yang penting sekali dimiliki seorang pimpinan selain kebijaksanaan adalah sikap apresiatif terhadap karyawannya.

Usaha mereka untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya tidak bisa dianggap sepele. Tenaga, waktu, materi dikeluarkan demi totalitas pekerjaan mereka.

Mengapresiasi, menunjukkan empati dan peduli sudah cukup menenangkan rasa lelah mereka yang sudah bekerja!

Dalam lingkup pekerjaan, beberapa kasus kutemui. Ada pimpinan yang tak cakap mengapresiasi hasil pekerjaan karyawannya. Padahal mereka sudah bekerja keras, memberikan waktu tenaga dan pengorbanannya demi totalitas dalam pekerjaan.

Tak jarang, hal ini menimbulkan hubungan yang tak harmonis antara pimpinan dan bawahan. Hak-hak mendapat apresiasi yang layak yang tidak tertunaikan, akan menyebabkan menurunnya semangat dan totalitas dalam bekerja dalam lingkungan pekerjaan.

Menurutku, ketika lingkungan kerja sudah baik, pimpinannya pandai mengapresiasi maka karyawan akan lebih semangat dalam bekerja. Karyawan akan merasa bahwa kerja keras yang mereka berikan benar-benar dihargai sehingga semakin tercipta iklim kerja yang baik dan kondusif.

Sabtu, 23 November 2019

Sebuah Sikap; Tegas.

Laki-laki perlu sekali memiliki ketegasan, sikap mandiri, dan sikap bertanggung jawab. Hal itulah yang membuat laki-laki terhormat dan dipandang berharga.

Perempuan pun sama, terkenal dengan sifat perasa dan lemah lembutnya. Namun, camkan baik-baik, jauhi sikap tidak tegas dan mudah dimanfaatkan orang lain. 

Perempuan juga harus tegas, mandiri, dan mampu menunjukkan sikap atas pilihannya. Perempuan harus tegas, jangan lembek sehingga mudah diombang-ambing oleh perasaan dan kekurangajaran sikap laki-laki yang tidak bertanggung jawab.

Laki-laki dan perempuan keduanya diciptakan dengan segala keunikannya. Untuk saling menyempurnakan, saling melengkapi, dan berkolaborasi. Bukan untuk saling menyakiti, saling mendzalimi.

Maka, cerdas tegas dan pintar dalam bersikap menjadi keharusan. Jadilah tegas dan cerdas. Namun, tak lupa halus dan welas asih. Tegas, bertanggung jawab, mandiri, jujur, dan jangan sampai menyakiti orang lain adalah sikap yang harus dimiliki oleh laki-laki perempuan. Sekali tidak ada sikap itu, kau bisa dzalim terhadap dirimu sendiri ataupun bahkan orang lain.