Kamis, 08 Agustus 2019

Kode

Colek-colek kode katanya hanya bisa dipahami oleh hati, iya hati yang peka dan mau peduli. Bukan kayak aku yg kadang masih ngemanjain ego

Shubuh dan pesona wajahmu.

Shubuh selalu punya cerita. Keindahannya tidak bisa digambarkan oleh kata-kata. Begitu menyejukkan mata; wajah dan senyummu. Seperti keindahan subuh yang hadir seiring bayang dirimu yang menjelma menjadi; nyata.

Kamu ingat? Hei lelaki berwajah teduh yang kutemui di kala subuh hari.

Pesonamu membekas. Tak akan hilang lekas. Dan akan semakin berbekas. Lekaslah bergegas. Bertemulah lekas-lekas. Pemilik wajah teduh dan senyum renyah yang khas.

Rabu, 07 Agustus 2019

Anak-anak Menggemaskan

,Anak-anak kecil itu, semenit mereka bertengkar. Lima menit kemudian juga salah satu sudah minta maaf dan baikan lagi. Hihi jangan terlalu khawatir kalau mereka bersitegang, mereka sedang belajar mengelola emosi mereka dengan cerdas.

Namanya juga anak-anak, sedang  masanya belajar. Kita sebagai orang tuanya yang jangan buru-buru panik. Tenanglah. Tenang saja. Seperti kejadian tadi sore kan, aku sudah ketakutan mereka bertengkar. Tahu-tahu sudah baikan saja.

Ah, anak-anak ini unik sekali untuk dipahami. :))

Sayangilah mereka. Kamu begitu mereka sayangi. :)

Aku, jangan lupa. Kalau dalam diri mereka terdapat bejana jiwa yang harus diisi. Jika tidak, ia akan mengalami kekosongan meski terlihat bahagia. Mereka memerlukan perhatian, kasih sayang, tempat kembali yang nyaman, dan perlindungan.

Jika tak mereka dapatkan darimu, sebagai orang yang mereka utamakan. Sebagai orang yang begitu berharga di hati mereka. Sebagai orang yang mereka cintai sepenuh hati. Khawatirlah, bejana jiwa yg kosong tidak kau isi itu akan mencari pemenuhan kebutuhan cintanya dari luar rumah..

Maka, aku jadilah rumah untuk mereka. Jika mereka senang, orang pertama yang teringat di benak mereka untuk berbagi adalah dirimu. Jika mereka sedih dan menemui masalah, orang pertama yang ingin mereka hubungi adalah dirimu. Tempat terbuka untuk tumpah. Tempat nyaman yang mereka cintai.

Sayangilah mereka. Hubungi mereka. Kamu begitu berharga dalam batin terdalam mereka. Jangan cuek ya. Mereka sangat menyayangimu. Hei, aku. Ingat ini baik-baik ya. :))

Selasa, 06 Agustus 2019

Senin, 05 Agustus 2019

Seperti mereka; Aku pun sama ingin bahagia

Di suatu waktu, ada yang diam-diam memperhatikanku. Mempelajari dari bagaimana kehidupanku yang berbeda.

Padahal di waktu yang sama, diam-diam aku ingin seperti mereka. Selalu ingin tahu, apa sih yang sering dilakukan oleh keluarga yang lengkap dan bahagia. Aku bandingkan dengan kehidupan keluargaku yang tak lagi sempurna ada ayah dan bunda.

Lalu diam-diam kuharapkan, semoga nanti ketika aku punya keluarga. Bisa memperlakukan pasangan dan anak-anakku dengan penuh sayang dan cinta. Hingga hadirnya aku membuat mereka selalu merasa bersyukur dan bahagia.

Ada sesosok bunda yang sabar dan selalu ada untuk mereka. Ada sesosok perempuan yang akan tulus mendampingi, memberi doa dan dukungan untuk kesuksesan keluarga tercinta.

Yang dahulu biarlah berlalu menjadi pelajaran, karena daun yang jatuh saja Allah Tahu. Apalagi dengan keluarga dan kekuasaan hidup dan mati manusia yang ada di genggaman tangan-Nya.

Sedang aku usahakan, Nak. Agar kelak engkau mendapat pendidikan dan sayang paling paripurna dari aku sebagai Ibumu.

Sedang aku usahakan, Nak. Agar kelak engkau menjadi anak sholih-sholihah tak kekurangan cinta. Calon Ibumu ini sedang berusaha, Nak. Ibu sedang belajar dan berjuang memantaskan diri di hadapan-Nya. Calon Ibumu ini sedang berjuang agar kelak engkau berakhlak syurga. Nanti, jangan lupa doakan aku ya, Nak. Kita bekerja sama supaya Allah Ridha pada kita.

Sedang aku usahakan, hai lelaki sholih pilihan Tuhan. Agar engkau mendapat istri terbaik yang menemani dan menyemangati perjuangan muliamu untuk keluarga. Agar aku menjadi sahabat setia yang mencahayai semangat juangmu untuk baiknya keluarga. Untuk sejahtera dan sholih-sholihahnya keluarga.

Aku sedang berusaha menjadi kita yang tak biasa di hadapan Tuhannya. Aku sedang berusaha belajar menjadi anak, istri, dan bunda yang dibimbing Tuhannya.

Nanti, bantu aku ya. Jangan berikan harapan palsu. Jangan bebani aku dengan sikap cuek dan tidak pedulimu. Bahagia kalian adalah prioritasku. Ayo kita kerja sama ya. Belajar bareng terus supaya bisa meraih Ridha Allah selalu.

Semoga Allah segera mempertemukan kita dalam ikatan kuat yang Allah ridhai ya. Semoga Allah lindungi kita dari perbuatan yang tidak diridhai-Nya. Semoga Allah bimbing kita menjadi generasi penerus pembawa buah dan bunga harum bagi keluarga, nusa bangsa, dan agama.

Allaah ... Tolong kami, jangan biarkan kami merasa sepi dan berjuang sendiri. 🙏

Berbaik Sangka pada Tuhan; Aku bahagia

Ada yang diam-diam memperhatikan, kala sore hari aku beranjak pergi. Esoknya ia bertegur sapa.

"Kemarin dari mana? Pulang jam berapa?" Ucapnya seraya menungguiku kembali dari serambi.

Ada yang diam-diam mempedulikan dari kejauhan, "Lagi ada kebutuhan apa? Nanti aku bantu ya..."

Ada yang diam-diam merindukan, "Seharian kemarin kemana kok nggak lihat-lihat. Sibuk banget ya?"

Ada yang diam-diam memperhatikan dan memperjuangkan dalam senyap. Lantas tiba-tiba, memberi di waktu yang tak terduga.

Tuhan selalu punya cara membahagiakan hamba-Nya..

Di suatu waktu, aku terluka karena berharap. Lantas aku mencoba mematikan harapan itu sepadam-padamnya hingga tak ada lagi sisa karena luka itu cukup menganga.

Di suatu waktu, aku begitu bahagia karena selalu coba berbaik sangka. Aku yakin dan percaya, apa yang terjadi tak pernah luput dari kebaikan dan kasih sayang-Nya pada hamba-hamba-Nya. Allah mah selalu sayang banget sama kita. Percaya deh :))

Pd terik luka karena berharap, pd bait sabar krn menanti. Pd teduh tenang krn menerima bagian takdir yg ada, aku terima. Berusaha lapang  dan bahagia..

Tidak ada yg salah dlm menanti, tidak ada yg salah dlm meminta yg pasti. Namun, jgn lupa belajar taat pada Allah yg utama. 💞

Sabtu, 27 Juli 2019

Cucunya kurawat dengan penuh sayang, Mah.

Mah, fifit sudah dua puluh empat tahun. Wajah ini seringkali buat keluarga mamah menangis, karena mirip sekali katanya.
Aku senang, Mah. Karena itu bisa berarti aku reinkarnasi dari jiwamu.

Kemarin tidak sengaja, aku lihat seorang anak yang sedang menuntun Ibunya berjalan. Kulihat, anak itu sangat sayang sekali dan penuh bakti pada Ibunya. Aku iri, Mah.

Karena tidak kuat, akhirnya aku segera berlari ke kamar menyeka genangan air di pelupuk mata. Tapi ternyata genangannya malah semakin deras, Mah. Hehe maaf ya, Mah.

Bahagia dalam damai ya, Mah. Nanti kita ketemu. :)

Hmm ku bayangkan ketika Mamah sembilan bulan dulu mengandungku dengan payah, lalu aku terlahir menggemaskan. Iya, menggemaskan kesabaranmu. Bahkan terkadang menguras tenaga dan emosimu.

Malam-malammu mungkin tak dihiasi tidur nyenyak, karena memastikan aku tidur dengan layak.

Mamah, Bapak sudah menikah lagi. Tapi, Mamah adalah cinta terbaikku. Terima kasih sudah rela melahirkan dan merawatku ya, Mah. Biar kuduga, pasti tak mudah merawat putri yang manja dan menggemaskan sabarmu kan?

Mamah, bolehkan fifit nangis dan bilang rindu? Hehe

Mamah sudah bahagia ya. Aku senang. Aku berdoa kok untuk Mamah. Dan supaya buat Mamah senang, aku sedang belajar lho, Mah. Sudah tingkat akhir di perguruan tinggi. Aa senang sekali sebentar lagi aku lulus.

Oh iya, Mamah punya cucu-cucu yang lucu sekali. Akan kusayangi dan kurawat mereka, Mah. Hehe aku sayang sekali pada mereka. Aku juga sayang sekali sama Aa, Teteh, dan Bapak. Aku mau buat mamah senang.

Beristirahat dengan tenang ya, Mah. Love u :)

Search WWW

Song Ga Gyeong, Bae Tami, Cha Hyeon definisi wanita keren dalam pikiran gue.

Cerdas, cantik, etos kerja tinggi, prestatif, dan berani bertindak.

Gilaaaaaak kerenn bangettttttt search double yu double yu double yu ..... Daebak .... **

Jumat, 19 Juli 2019

"Tapi kurasa aku tidak perhatian."

Kupikir kamu menghilang.

Dirimu Berharga, Tuan. :)

Apa yang kamu pikirkan?
Apa yang ada di benakmu?
Kenapa membuatku gelisah?

*Terdengar klise namun nyata adanya. Tanpa komunikasi yang baik, banyak tercipta prasangka.

Entah benar atau tidak prasangka itu, tanpa dikomunikasikan akan menjadi penyebab kegelisahan. Ajari dan mari bersamaku belajar lebih terbuka, berkomunikasi yang baik dan efektif, Tuan. Demi menenangkan bagi kita pun bahkan banyak pihak.

Perempuan memang tercipta begitu perasa. Ia mudah terluka. Ia adalah setia dan juga pandai menjaga. Namun, maukah mengerti lebih dalam tentang hatinya, Tuan?

Jauh di lubuk hatinya, ia rindu. Namun, ia tahan dengan sabar dalam jarak yang entah.

Ia bertanya, kapankah kita bisa bertemu?
Untuk sekedar melepas rindu. Atau sekadar menenangkan sendu. Mengetahui kabarmu saja sudah menjadi pelipur lara luar biasa baginya. Salahkah  jika ia menganggapmu begitu penting di hidupnya, Tuan?

***

Sederhana. Aku hanya ingin bertemu. Tidak lebih. Apakah begitu sulit untuk mengusahakan temu?

Ada hari-hari yang aku lewati, dan ingin kubagi ceritanya denganmu. Ada bahagia dan suka, dan ingin kulihat senyummu. Senyum yang menenangkan dan meneduhkan.

Tak bisakah kita mengusahakan temu?
Atau salahkah aku berharap akan sambut rindu?
Atau harus seperti apa aku menanggapi kalbu yang merindu? Beritahu aku, Tuan. ::

Sekedar ingin melepas penat pada jarak. Berbincang biasa selayaknya dua manusia yang saling terikat -agungnya rasa.

Atau apakah aku salah jika merindu dan ingin bertemu sekadar bertemu kekasih kalbu, Tuan?

Ah, iya. Aku masih harus belajar tentang rasamu. Makhluk bernama laki-laki yang berbeda alam rasa dan logika dengan perempuan. Aku sangat bodoh memahami perihal pikir dan rindumu. Apalagi ditambah jarak yang jauh pada temu.

Beritahu aku, ajari aku, untuk bisa lebih memahami dan mengerti dirimu, Tuan.

Jangan siksa aku pada hilangnya kabar dan lamanya temu, jangan siksa aku dengan perihnya rasa tak ujung bersua.

Dirimu berharga bagiku, Tuan. Bolehkah sekadar berbincang sederhana sembari menikmati secangkir rasa yang ingin kubagi denganmu di pelataran senja? :)

Selasa, 09 Juli 2019

Ia yang mencintaimu ....

Ia yang mencintamu, tidak akan betah berlama-lama dalam keadaan marah terhadapmu.

Sedetik ia marah, sedetik ia berbalik, penyesalan karena marah itu cepat sekali datangnya.

Temuilah, tersenyumlah, bicaralah. Kadangkala itu hanya efek lelah akan kesibukan sehari-hari.  😊

Ego tidak harus dituruti. Hubungan kalian yang sakral lebih berharga. Berkomunikasilah dengan efektif. Ceritakan lelahmu. Dengarkanlah keluhnya. Ia hanya meminta perhatianmu. Ia mencintaimu 💙

Minggu, 16 Juni 2019

K E P U T U S A N


Dalam hidup kita pasti tak jauh dari yang namanya mengambil keputusan baik tentang apapun itu hal penting maupun biasa saja. Keputusan yang kita ambil, kecil maupun besar akan berdampak pada kehidupan yang kita jalani. Tidak hanya berdampak bagi diri sendiri tapi juga berdampak terhadap orang-orang di sekeliling kita terutama keluarga.

Dalam mengambil keputusan, aku selalu berusaha untuk memilih keputusan terbaik agar Allah ridha dan dampaknya juga baik bagi kehidupanku. Meminta nasihat terhadap orang tua yang notabene sudah lebih bijak dalam menyikapi persoalan hidup karena asam manis pahit sudah lebih dulu beliau lalui sehingga hikmah lebih banyak didapatkannya.
Kepada guru yang menurutku bisa memberi saran terbaik, agar aku tidak salah langkah. Pun kepada teman dan sahabat sejawatku. Kepada mereka terkadang aku berbagi pikiran dan rasa, mendiskusikan beberapa permasalahan, dan meminta saran nasihat baik dari mereka.

Saran-saran yang baik aku dapatkan menurut cara pandang mereka, diskusi-diskusi menyenangkan aku nikmati bersama mereka yang memiliki wawasan luas, serta yang paling utama adalah berdoa meminta petunjuk pada Allah agar diberi kemampuan untuk memilih dan mengambil keputusan terbaik menurut ilmu-Nya. Karena Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.
Karena pada akhirnya, hidup kita adalah tanggung jawab kita. Setelah menimbang berbagai saran dan nasihat, berdiskusi bersama orang-orang tercinta, tak kalah penting juga adalah refleksi berpikir kita. Kita yang akan menjalani, kita yang harus matang memutuskan, kita yang akan menanggung konsekuensi dan mempertanggungjawabkan atas apapun pilihan kita.

Nasihat dan saran orang lain, jadikanlah sebagai pertimbangan agar tidak salah memilih. Refleksi mengenali diri upayakanlah dengan baik sungguh-sungguh agar keputusan yang diambil benar-benar murni keinginan sendiri tanpa adanya intervensi orang lain. Orang lain membantu kita adalah kebaikan. Kita berbuat yang terbaik untuk kehidupan kita adalah keharusan. Maka, bismillah kepada Allah lah kita memohon pertolongan agar senantiasa dibimbing ke jalan yang diridhai. Aamiin YRA. J

Jangan pernah gegabah memutuskan sesuatu, pertimbangkanlah masak-masak berdasarkan landasan agama, landasan keilmuan, landasan logika, diskusikan dengan orang-orang yang lebih berpengalaman, lalu reflesikan kepada diri sendiri. Belajarlah mandiri semoga yang terbaik yang didapatkan. J