Rabu, 07 Agustus 2019

Sayangilah mereka. Kamu begitu mereka sayangi. :)

Aku, jangan lupa. Kalau dalam diri mereka terdapat bejana jiwa yang harus diisi. Jika tidak, ia akan mengalami kekosongan meski terlihat bahagia. Mereka memerlukan perhatian, kasih sayang, tempat kembali yang nyaman, dan perlindungan.

Jika tak mereka dapatkan darimu, sebagai orang yang mereka utamakan. Sebagai orang yang begitu berharga di hati mereka. Sebagai orang yang mereka cintai sepenuh hati. Khawatirlah, bejana jiwa yg kosong tidak kau isi itu akan mencari pemenuhan kebutuhan cintanya dari luar rumah..

Maka, aku jadilah rumah untuk mereka. Jika mereka senang, orang pertama yang teringat di benak mereka untuk berbagi adalah dirimu. Jika mereka sedih dan menemui masalah, orang pertama yang ingin mereka hubungi adalah dirimu. Tempat terbuka untuk tumpah. Tempat nyaman yang mereka cintai.

Sayangilah mereka. Hubungi mereka. Kamu begitu berharga dalam batin terdalam mereka. Jangan cuek ya. Mereka sangat menyayangimu. Hei, aku. Ingat ini baik-baik ya. :))

Selasa, 06 Agustus 2019

Senin, 05 Agustus 2019

Seperti mereka; Aku pun sama ingin bahagia

Di suatu waktu, ada yang diam-diam memperhatikanku. Mempelajari dari bagaimana kehidupanku yang berbeda.

Padahal di waktu yang sama, diam-diam aku ingin seperti mereka. Selalu ingin tahu, apa sih yang sering dilakukan oleh keluarga yang lengkap dan bahagia. Aku bandingkan dengan kehidupan keluargaku yang tak lagi sempurna ada ayah dan bunda.

Lalu diam-diam kuharapkan, semoga nanti ketika aku punya keluarga. Bisa memperlakukan pasangan dan anak-anakku dengan penuh sayang dan cinta. Hingga hadirnya aku membuat mereka selalu merasa bersyukur dan bahagia.

Ada sesosok bunda yang sabar dan selalu ada untuk mereka. Ada sesosok perempuan yang akan tulus mendampingi, memberi doa dan dukungan untuk kesuksesan keluarga tercinta.

Yang dahulu biarlah berlalu menjadi pelajaran, karena daun yang jatuh saja Allah Tahu. Apalagi dengan keluarga dan kekuasaan hidup dan mati manusia yang ada di genggaman tangan-Nya.

Sedang aku usahakan, Nak. Agar kelak engkau mendapat pendidikan dan sayang paling paripurna dari aku sebagai Ibumu.

Sedang aku usahakan, Nak. Agar kelak engkau menjadi anak sholih-sholihah tak kekurangan cinta. Calon Ibumu ini sedang berusaha, Nak. Ibu sedang belajar dan berjuang memantaskan diri di hadapan-Nya. Calon Ibumu ini sedang berjuang agar kelak engkau berakhlak syurga. Nanti, jangan lupa doakan aku ya, Nak. Kita bekerja sama supaya Allah Ridha pada kita.

Sedang aku usahakan, hai lelaki sholih pilihan Tuhan. Agar engkau mendapat istri terbaik yang menemani dan menyemangati perjuangan muliamu untuk keluarga. Agar aku menjadi sahabat setia yang mencahayai semangat juangmu untuk baiknya keluarga. Untuk sejahtera dan sholih-sholihahnya keluarga.

Aku sedang berusaha menjadi kita yang tak biasa di hadapan Tuhannya. Aku sedang berusaha belajar menjadi anak, istri, dan bunda yang dibimbing Tuhannya.

Nanti, bantu aku ya. Jangan berikan harapan palsu. Jangan bebani aku dengan sikap cuek dan tidak pedulimu. Bahagia kalian adalah prioritasku. Ayo kita kerja sama ya. Belajar bareng terus supaya bisa meraih Ridha Allah selalu.

Semoga Allah segera mempertemukan kita dalam ikatan kuat yang Allah ridhai ya. Semoga Allah lindungi kita dari perbuatan yang tidak diridhai-Nya. Semoga Allah bimbing kita menjadi generasi penerus pembawa buah dan bunga harum bagi keluarga, nusa bangsa, dan agama.

Allaah ... Tolong kami, jangan biarkan kami merasa sepi dan berjuang sendiri. 🙏

Berbaik Sangka pada Tuhan; Aku bahagia

Ada yang diam-diam memperhatikan, kala sore hari aku beranjak pergi. Esoknya ia bertegur sapa.

"Kemarin dari mana? Pulang jam berapa?" Ucapnya seraya menungguiku kembali dari serambi.

Ada yang diam-diam mempedulikan dari kejauhan, "Lagi ada kebutuhan apa? Nanti aku bantu ya..."

Ada yang diam-diam merindukan, "Seharian kemarin kemana kok nggak lihat-lihat. Sibuk banget ya?"

Ada yang diam-diam memperhatikan dan memperjuangkan dalam senyap. Lantas tiba-tiba, memberi di waktu yang tak terduga.

Tuhan selalu punya cara membahagiakan hamba-Nya..

Di suatu waktu, aku terluka karena berharap. Lantas aku mencoba mematikan harapan itu sepadam-padamnya hingga tak ada lagi sisa karena luka itu cukup menganga.

Di suatu waktu, aku begitu bahagia karena selalu coba berbaik sangka. Aku yakin dan percaya, apa yang terjadi tak pernah luput dari kebaikan dan kasih sayang-Nya pada hamba-hamba-Nya. Allah mah selalu sayang banget sama kita. Percaya deh :))

Pd terik luka karena berharap, pd bait sabar krn menanti. Pd teduh tenang krn menerima bagian takdir yg ada, aku terima. Berusaha lapang  dan bahagia..

Tidak ada yg salah dlm menanti, tidak ada yg salah dlm meminta yg pasti. Namun, jgn lupa belajar taat pada Allah yg utama. 💞

Sabtu, 27 Juli 2019

Cucunya kurawat dengan penuh sayang, Mah.

Mah, fifit sudah dua puluh empat tahun. Wajah ini seringkali buat keluarga mamah menangis, karena mirip sekali katanya.
Aku senang, Mah. Karena itu bisa berarti aku reinkarnasi dari jiwamu.

Kemarin tidak sengaja, aku lihat seorang anak yang sedang menuntun Ibunya berjalan. Kulihat, anak itu sangat sayang sekali dan penuh bakti pada Ibunya. Aku iri, Mah.

Karena tidak kuat, akhirnya aku segera berlari ke kamar menyeka genangan air di pelupuk mata. Tapi ternyata genangannya malah semakin deras, Mah. Hehe maaf ya, Mah.

Bahagia dalam damai ya, Mah. Nanti kita ketemu. :)

Hmm ku bayangkan ketika Mamah sembilan bulan dulu mengandungku dengan payah, lalu aku terlahir menggemaskan. Iya, menggemaskan kesabaranmu. Bahkan terkadang menguras tenaga dan emosimu.

Malam-malammu mungkin tak dihiasi tidur nyenyak, karena memastikan aku tidur dengan layak.

Mamah, Bapak sudah menikah lagi. Tapi, Mamah adalah cinta terbaikku. Terima kasih sudah rela melahirkan dan merawatku ya, Mah. Biar kuduga, pasti tak mudah merawat putri yang manja dan menggemaskan sabarmu kan?

Mamah, bolehkan fifit nangis dan bilang rindu? Hehe

Mamah sudah bahagia ya. Aku senang. Aku berdoa kok untuk Mamah. Dan supaya buat Mamah senang, aku sedang belajar lho, Mah. Sudah tingkat akhir di perguruan tinggi. Aa senang sekali sebentar lagi aku lulus.

Oh iya, Mamah punya cucu-cucu yang lucu sekali. Akan kusayangi dan kurawat mereka, Mah. Hehe aku sayang sekali pada mereka. Aku juga sayang sekali sama Aa, Teteh, dan Bapak. Aku mau buat mamah senang.

Beristirahat dengan tenang ya, Mah. Love u :)

Search WWW

Song Ga Gyeong, Bae Tami, Cha Hyeon definisi wanita keren dalam pikiran gue.

Cerdas, cantik, etos kerja tinggi, prestatif, dan berani bertindak.

Gilaaaaaak kerenn bangettttttt search double yu double yu double yu ..... Daebak .... **

Jumat, 19 Juli 2019

"Tapi kurasa aku tidak perhatian."

Kupikir kamu menghilang.

Dirimu Berharga, Tuan. :)

Apa yang kamu pikirkan?
Apa yang ada di benakmu?
Kenapa membuatku gelisah?

*Terdengar klise namun nyata adanya. Tanpa komunikasi yang baik, banyak tercipta prasangka.

Entah benar atau tidak prasangka itu, tanpa dikomunikasikan akan menjadi penyebab kegelisahan. Ajari dan mari bersamaku belajar lebih terbuka, berkomunikasi yang baik dan efektif, Tuan. Demi menenangkan bagi kita pun bahkan banyak pihak.

Perempuan memang tercipta begitu perasa. Ia mudah terluka. Ia adalah setia dan juga pandai menjaga. Namun, maukah mengerti lebih dalam tentang hatinya, Tuan?

Jauh di lubuk hatinya, ia rindu. Namun, ia tahan dengan sabar dalam jarak yang entah.

Ia bertanya, kapankah kita bisa bertemu?
Untuk sekedar melepas rindu. Atau sekadar menenangkan sendu. Mengetahui kabarmu saja sudah menjadi pelipur lara luar biasa baginya. Salahkah  jika ia menganggapmu begitu penting di hidupnya, Tuan?

***

Sederhana. Aku hanya ingin bertemu. Tidak lebih. Apakah begitu sulit untuk mengusahakan temu?

Ada hari-hari yang aku lewati, dan ingin kubagi ceritanya denganmu. Ada bahagia dan suka, dan ingin kulihat senyummu. Senyum yang menenangkan dan meneduhkan.

Tak bisakah kita mengusahakan temu?
Atau salahkah aku berharap akan sambut rindu?
Atau harus seperti apa aku menanggapi kalbu yang merindu? Beritahu aku, Tuan. ::

Sekedar ingin melepas penat pada jarak. Berbincang biasa selayaknya dua manusia yang saling terikat -agungnya rasa.

Atau apakah aku salah jika merindu dan ingin bertemu sekadar bertemu kekasih kalbu, Tuan?

Ah, iya. Aku masih harus belajar tentang rasamu. Makhluk bernama laki-laki yang berbeda alam rasa dan logika dengan perempuan. Aku sangat bodoh memahami perihal pikir dan rindumu. Apalagi ditambah jarak yang jauh pada temu.

Beritahu aku, ajari aku, untuk bisa lebih memahami dan mengerti dirimu, Tuan.

Jangan siksa aku pada hilangnya kabar dan lamanya temu, jangan siksa aku dengan perihnya rasa tak ujung bersua.

Dirimu berharga bagiku, Tuan. Bolehkah sekadar berbincang sederhana sembari menikmati secangkir rasa yang ingin kubagi denganmu di pelataran senja? :)

Selasa, 09 Juli 2019

Ia yang mencintaimu ....

Ia yang mencintamu, tidak akan betah berlama-lama dalam keadaan marah terhadapmu.

Sedetik ia marah, sedetik ia berbalik, penyesalan karena marah itu cepat sekali datangnya.

Temuilah, tersenyumlah, bicaralah. Kadangkala itu hanya efek lelah akan kesibukan sehari-hari.  😊

Ego tidak harus dituruti. Hubungan kalian yang sakral lebih berharga. Berkomunikasilah dengan efektif. Ceritakan lelahmu. Dengarkanlah keluhnya. Ia hanya meminta perhatianmu. Ia mencintaimu 💙

Minggu, 16 Juni 2019

K E P U T U S A N


Dalam hidup kita pasti tak jauh dari yang namanya mengambil keputusan baik tentang apapun itu hal penting maupun biasa saja. Keputusan yang kita ambil, kecil maupun besar akan berdampak pada kehidupan yang kita jalani. Tidak hanya berdampak bagi diri sendiri tapi juga berdampak terhadap orang-orang di sekeliling kita terutama keluarga.

Dalam mengambil keputusan, aku selalu berusaha untuk memilih keputusan terbaik agar Allah ridha dan dampaknya juga baik bagi kehidupanku. Meminta nasihat terhadap orang tua yang notabene sudah lebih bijak dalam menyikapi persoalan hidup karena asam manis pahit sudah lebih dulu beliau lalui sehingga hikmah lebih banyak didapatkannya.
Kepada guru yang menurutku bisa memberi saran terbaik, agar aku tidak salah langkah. Pun kepada teman dan sahabat sejawatku. Kepada mereka terkadang aku berbagi pikiran dan rasa, mendiskusikan beberapa permasalahan, dan meminta saran nasihat baik dari mereka.

Saran-saran yang baik aku dapatkan menurut cara pandang mereka, diskusi-diskusi menyenangkan aku nikmati bersama mereka yang memiliki wawasan luas, serta yang paling utama adalah berdoa meminta petunjuk pada Allah agar diberi kemampuan untuk memilih dan mengambil keputusan terbaik menurut ilmu-Nya. Karena Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.
Karena pada akhirnya, hidup kita adalah tanggung jawab kita. Setelah menimbang berbagai saran dan nasihat, berdiskusi bersama orang-orang tercinta, tak kalah penting juga adalah refleksi berpikir kita. Kita yang akan menjalani, kita yang harus matang memutuskan, kita yang akan menanggung konsekuensi dan mempertanggungjawabkan atas apapun pilihan kita.

Nasihat dan saran orang lain, jadikanlah sebagai pertimbangan agar tidak salah memilih. Refleksi mengenali diri upayakanlah dengan baik sungguh-sungguh agar keputusan yang diambil benar-benar murni keinginan sendiri tanpa adanya intervensi orang lain. Orang lain membantu kita adalah kebaikan. Kita berbuat yang terbaik untuk kehidupan kita adalah keharusan. Maka, bismillah kepada Allah lah kita memohon pertolongan agar senantiasa dibimbing ke jalan yang diridhai. Aamiin YRA. J

Jangan pernah gegabah memutuskan sesuatu, pertimbangkanlah masak-masak berdasarkan landasan agama, landasan keilmuan, landasan logika, diskusikan dengan orang-orang yang lebih berpengalaman, lalu reflesikan kepada diri sendiri. Belajarlah mandiri semoga yang terbaik yang didapatkan. J

Sabtu, 27 April 2019

Untuk Kamu Yang Tengah Berjuang

Sumber : Dokumen Pribadi


Untuk lelaki yang tak kenal lelah memperjuangkanku, terima kasih …  :“)

Kita dipertemukan dengan kejutan-kejutan rahasia, ada banyak kejadian tak terduga bagaimana saling mengenal hingga akhirnya belajar untuk saling memahami.
Ay, aku suka caramu mencintai. Terima kasih sudah menjadi panutan dalam menjaga dan memuliakan.
Terima kasih sudah banyak menegurku, kala aku berbuat ataupun berbicara keliru.
Terima kasih untuk ketulusan yang sederhana, kala perjalanan-perjalanan kita menawarkan gelak tawa bersama.

Aku suka caramu menyayangiku dengan sederhana. Tanpa berlebihan, sederhana namun mampu membuat senyumku terkembang ikhlas. J

Hai, kamu …
Aku, bukanlah perempuan yang hendak menuntut kesempurnaanmu. Bersabar menanti hadir dan siapmu, bersyukur atas kuatnya simpul ikatan, lantas mendoakan usaha dan juangmu dari kejauhan.
Terima kasih sudah banyak bersabar, aku paham perjuanganmu tak mudah. Bahwa untuk mencapai cita yang kita azzamkan tidak semudah membalikan telapak tangan. Kamu kuat dan mampu, dear. Allah bersama niat baik kita. Semoga. “)

Maaf, bila pahamku kadang tak sesuai harapmu. Bila terlambat ku pahami maksud diam dan bicaramu.
Cinta terbaik adalah ada pada keagungan menjaga dan memuliakan dengan ikatan yang diridhai.
Maukah membimbing dan menemaniku untuk terus belajar, belajar memahami, belajar banyak hal yang belum kuketahui, belajar bagaimana meraih cinta dan ridha-Nya.
Belajar membangun kehidupan bahagia dua insan yang tak kenal puas dalam belajar dan meningkatkan kualitas diri terutama di hadapan Tuhan dan kebermanfaatan bagi sesama.

Terima kasih sudah menjadi panutan,
Terima kasih sudah menjadi teladan,
Aku mengagumi dan mensyukuri hadirmu,
Sehat-sehat selalu …
Tenang dalam penjagaan dan pertolongan terbaik Allah …
Kita menggenggam kuat dan percaya, Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Penyayang hamba-hamba-Nya.

Doa, harap, dan percayaku menyertai juangmu, lelaki hebat …. “)


Kamis, 11 April 2019

Uneg-unegku hehe

"Gapapa kamu gak ranking satu, yang penting kamu punya semangat hidup! Gapapa kamu gak lulus tepat waktu, yang penting kamu gak pernah berhenti berjuang meskipun dengan keadaan tertatih."

Kemampuan menghadapi tantangan, kekuatan jiwa untuk bangkit dari kegagalan itu sungguh merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah.

Banyak kita temukan, diantara teman-teman kita yang begitu mudah dan dilancarkan kuliah selesai tepat waktu bahkan bisa lebih cepat. Kita pun begitu bangga padanya. Bersyukur akan keberuntungannya. Menganggap mereka begitu hebat hingga mampu menyelesaikan pendidikan dengan cepat. Mereka orang-orang rajin dan beruntung.

Ada juga kita temukan teman-teman kita yang terkendala dalam hal waktu, pernah cuti kendala biaya dan lain sebagainya. Sehingga mereka terkendala untuk bisa selesai kuliah dengan tepat waktu dan lebih cepat. Namun dibalik tantangannya itu, sungguh merekapun berjiwa besar. Menyaksikan teman-teman satu angkatannya bahkan sebayanya sudah lulus satu persatu. Sedangkan ia, masih saja harus berkutat dengan remidial dan revisian skripsian.

Maka diawal, aku membuka tulisan ini tentang kemampuan bertahan, berjuang dan bangkit meski sempat gagal dengan berbagai kendala, dan punya semangat hidup adalah hal rezeki luar biasa. Karena memang menjalaninya tidak mudah. Ia butuh kekuatan ekstra, kelapangan jiwa untuk menerima bahwa ia harus terus bangkit semangat dan berjuang meski sudah tertinggal.

Ya, diantara kisah di atas adalah aku salah satunya. Aku, perempuan dengan usia yang akan menginjak 24 tahun tanggal 15 Juli 2019 nanti. Jika tidak cuti dan sempat menunggu satu semester juga tidak mendapat nilai C di salah satu mata kuliah prasyarat. Barangkali aku sudah lulus sejak awal Januari 2019 ini.

Namun, ternyata kenyataan hidup tak selalu sesuai dengan keinginan dan ekspektasi kita. Mungkin, aku termasuk orang yang lamban menyadari betapa pentingnya sungguh-sungguh dalam kuliah. Serius belajar sabar berkorban waktu, tenaga, dan materi hingga berjuang mati-matian untuk bisa segera lulus. Awal-awal semester aku merasa begitu santai dalam berkuliah, haha hihi bersama teman-teman mengerjakan tugas ya biasa saja tanpa ekspektasi lebih, senang mengikuti fashion menghabiskan uang bulanan untuk memenuhi egoku dalam berbelanja baju dan lain sebagainya.

Hingga tamparan itu tiba, di akhir semester tiga aku benar-benar mengalami pergulatan batin luar biasa. Di titik ini, aku benar-benar sadar sudah bukan lagi waktunya bersantai main-main kuliah seadanya saja. Aku harus bersungguh-sungguh dalam belajar, kuliah, menuntut ilmu dan meningkatkan kapasitas diri, menaikkan kecepatan berpikirku yang terkadang lamban dalam memahami materi perkuliahan.

Ya, di semester empat dengan sangat terpaksa aku harus cuti kuliah dulu karena kendala biaya. Jumlah bayaran yang harus aku bayarkan untuk bisa lanjut kuliah saat itu cukup besar, sedangkan gajiku saat itu belumlah seberapa karena baru saja aku pindah kerjaan ke sekolah baru. Ya, guru baru namanya honorer di sekolah swasta pula. Harus siap berhemat demi biaya hidup yang cukup gila. Dan dengan sangat terpaksa aku menunda kuliahku dulu satu semester sambil mengumpulkan uang untuk bisa membayar uang kuliah kembali. Hal itu terjadi di tahun 2016.

Alhamdulillah, sekarang sudah 2019 awal aku sudah menginjak semester delapan dan sedang menyusun skripsi. Ternyata menyusun skripsi ini, cukup menguras pengorbanan juga ya. Kadang aku ingin menangis dibuatnya. Ya padahal belum seberapa jika dibandingkan perjuangan teman-teman lainnya barangkali. Tapi tetap saja aku kadang merasa ada di titik putus asa melewati tantangan skripsi ini.

Allaah ... Mohon dimudahkan dilancarkan skripsiku juga hal-hal lainnya agar aku bisa segera lulus. Aa dan keluarga di kampung sudah sering sekali menanyakan kapan fifit selesai kuliah dan wisuda. Cukup mengiris batin mendapat pertanyaan itu, di tengah bab skripsiku yang kadang ditempa bab putus asa.

Tapi, aku tak boleh lemah tak boleh pesimis tak boleh putus asa. Bismillaah ... Ya Allah dengan pertolongan-Mu. Aku pasti bisa mengerjakannya dengan baik, cepat selesai, dan segera lulus. Insyaallah mudah-mudahan.

Kadang aku malu, teman-teman sebayaku yang lain bahkan sudah melanjutkan ke tingkat S-2 sedangkan aku masih berkutat di tingkat akhir perkuliahan. Hehe tapi tak apa, aku selalu menenangkan diriku dengan mengatakan, "setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing, waktunya masing-masing, ada yang lulus di usia lebih muda dariku, ada pula bahkan yang sudah menikah dan punya anak di usia yang bahkan sangat lebih muda dariku. Tidak apa, aku pun punya waktuku sendiri nantinya. Allah akan memberikannya du waktu yang tepat."

Untuk sekarang, aku harus sangat bersyukur kepada Allah masih diberikan kesempatan hidup, bisa bernafas, diberikan kesehatan sehingga bisa leluasa beraktivitas mengajar belajar dan keaktifan lainnya. Mengingat salah satu alasan aku cuti dulu juga selain biaya adalah sakit yang lama. Sampai-sampai tak bisa bergerak jauh dari tempat tidur. Makan pun hampir selalu disuapin, karena kendala fisik yang sakit. Kalau ingat waktu itu, Masya Allah ... Bersyukur sekali aku hari ini bisa sehat dan berkuliah kembali menyelesaikan pendidikanku semoga bisa cepat-cepat lulus dan dapat ilmu yang barakah. Inginku tak muluk-muluk, aku hanya memohon sekali kepada Allah mudah-mudahan Allah memberiku dan keluargaku rahmat dan ampunan-Nya, mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing memberi petunjuk langkah kami agar senantiasa ada dalam keridhoan-Nya. Karena tak ada yang lebih berharga hidup di dunia ini selain mencari ampunan dan keridhoan Allah di setiap langkah kita.

Usia 24 tahun juga adalah usia yang sangat rentang dengan pertanyaan kapan menikah. Huhu suka sedih kalau sudah ada pertanyaan ini. Teman-teman yang lain satu persatu sudah menikah bahkan ada yang sudah punya dua anak. Sedangkan aku kuliah saja belum lulus, tabungan belumlah banyak sehingga cukup untuk biaya nikah, dan lain sebagainya. Jujur saja di sanubari terdalam kadang aku juga iri, melihat teman sebayaku yang sudah dan akan menikah dengan kekasih hatinya. Lah aku masih saja belum jelas bagaimana kepastian tanggalnya. Wkkwkw

Tapi, itu hal wajar pemikiran itu kumaklumi sebagai ungkapan kedewasaanku yang belum sempurna.

Justru, jujur saja di satu sisi aku juga ingin segera lulus kuliah punya tabungan banyak bahkan punya tabungan untuk rumah sendiri dan bisa segera menikah. Namun, di sisi lain aku percaya Allah sudah menyiapkan yang terbaik untukku.

Aku masih ingin banyak belajar, masih banyak hal yang harus kupersiapkan baik itu dari segi kesiapan mental, kesiapan agama, ilmu, kesiapan materi, dan kedekatanku kepada Allah yang harus selalu aku tingkatkan. Agar bahagia, selamat, sejahtera, dan berkah lah hidupku.

Karena ketika aku memutuskan untuk menikah itu berarti aku juga harus siap dengan berbagai macam konsekuensi diantaranya akan menjadi bagian dari keluarga suamiku kelak, aku juga harus siap menjadi Ibu, yang kita tahu bahwa menjadi Ibu itu adalah suatu hal yang sangat mulia dan berat sekali tanggung jawabnya di hadapan Allah, dan aku juga harus siap banyak-banyak belajar bagaimana supaya bisa menjadi istri yang dicintai dan diridhai suami. Aku masih harus banyak belajar untuk itu, belajar menjadi perempuan yang dicintai dan mencintai, istri yang sabar dan penuh cinta kepada suaminya, Ibu yang penyayang dan tulus ikhlas merawat mengasihi mendidik anaknya, dan bagian dari umat yang mampu berkontribusi untuk kemaslahatan orang banyak.

Aku masih ingin belajar banyak hal untuk itu, aku tak ingin main-main. Jujur saja, sebetulnya aku tidak tergesa-gesa ingin menikah. Aku hanya mendidik diriku lebih keras untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik. Semoga Allah Ridha, Allah bimbing setiap langkahku, Allah sayangi dan lindungi semua keluargaku dimanapun mereka berada.

Keluarga adalah cinta kasih pertama yang akan menebarkan keharuman pada penghuni di dalam rumahnya. Sehingga ketika kemanapun anggota keluarganya pergi, mereka siap menebarkan cinta kasih pada sesama. Menebarkan manfaat, kedamaian, dan kebaikan untuk penghuni bumi lainnya.

Untuk orang tua dan keluargaku, support dan doa dari kalian sangat berharga buatku. Kasih sayang, perhatian, dan pengorbanan kalian untukku semoga Allah balas dengan kebaikan dan Rahmat dari Allah yang berlipat ganda.

Untuk kekasihku tersayang, semoga Allah ridha akan setiap langkahmu setiap usahamu, mudah-mudahan Allah mudahkan menuju jalan yang diridhai dan diberkahi-Nya.

Dengan siapapun aku nantinya, atau masih hidup atau tidakkah aku nantinya, Allah Maha Tahu yang terbaik untuk kita hamba-hamba-Nya. Hanya kepada Allah kita bergantung, berharap, dan memohon pertolongan.

"Kita tidak tahu kapan ajal kita akan tiba, namun semoga saat waktu itu tiba Allah memanggil kita dalam keadaan yang Khusnul khatimah. Dan meninggalkan keluarga yang kuat akidahnya, kuat ibadahnya, kuat kedekatannya kepada Allaah. Aamiin YRA."

Salam sayang, salam rinduuu sekali dari fifit, salam bahagia, hayu sasarengan diajar berjalan menuju jalan yang diridhai Allah.  fifit perempuan yang sangat tidak sempurna, banyak kekurangan, jangan sungkan-sungkan mengingatkanku ya :)

Senin, 01 April 2019

Kedatangan Hujan di Bulan April

Sumber : Dok. Pribadi

Kedatangan April diiringi rinai hujan yang deras. Assalamualaikum, April ... J
Terima kasih sudah hadir menjadi salah satu bulan bahagiaku.
Bulan ini adalah bulan kelahiran kekasihku. April dan hujan adalah dua hal yang berkaitan dengannya. Ia senang sekali hujan, berkali waktu ia pernah bercerita bahwa bermain di bawah rintik hujan adalah hal yang paling menyenangkan baginya.
Hujan di bulan April, kehadiran rintiknya semakin menambah rindu. Ah, rasanya rinduku tak pernah habis untuknya. April ... aku malu, berkali sikap dan bicaraku barangkali mengecewakannya. Sikap dan tingkahku memanglah belum sebaik harapannya. Aku yang masih saja senang berkelakar, berbicara mengikuti egoku saja, lalu bercanda tanpa pandai merasa bahwa ada rasa di dada yang barangkali tergores luka.
April, sampaikan maafku untuknya. Di bulan kelahirannya ini semoga ia semakin bahagia. Aku senang melihatnya bahagia dan sehat sejahtera. Ia adalah salah satu bahagiaku hidup di dunia yang fana.
Andai kamu tahu, April ... berkali juga aku begitu jumawa merasa paling bijaksana dan mengaku bahwa aku adalah gadis yang cantik juga cerdas. Tanpa maksud untuk menyombongkan diri, sungguh waktu itu kubilang seperti itu karena hendak bercanda. Sampaikan maafku untuknya, jika bicaraku menyinggung batinnya.
Sungguh, aku hanyalah perempuan biasa tidak pandai apalagi cerdik cendekia namun bersamanya aku berharap aku bisa banyak belajar, tumbuh dan berdaya bersama, semoga  ia berkenan menjadi panutan mendidik dan membimbingku dengan sabar. Dengan ia, aku percaya ketenangan dan kedamaian itu ada.
Perjalanan waktu, beberapa tahun lamanya kami saling mengenal. Boleh kuungkap sesuatu?
Bahwa dipertemukan dengannya adalah kebahagiaan luar biasa. Aku pernah patah merasa tidak dihargai luar biasa, pernah begitu putus asa hingga merasa apa aku berharga untuk hadir ke dunia. Namun hadirnya, senyum dan sapanya mengalihkan dunia. Ia berhasil membuatku kembali percaya bahwa aku adalah perempuan yang juga berhak bahagia dan diinginkan hadirnya di dunia.
Terima kasih sudah menerimaku tidak apa adanya, juga apa adanya ...
Terima kasih untuk senyum yang mewarnai hari-hari bersama ...
Terima kasih kamu selalu jujur atas sikapku yang tidak elok dikata ...
Terima kasih, mari menyongsong hari bersama esok hari kan cerah langit-langit kembali berwarna biru lalu mentari menghangatkan jiwa-jiwa kita.
Jikalah senyumku tak seelok langit biru yang menenangkan, semoga aku tetap bisa menjadi alasan untukmu bahagia dan tersenyum.
Pelangi di kala hujan menanti kehadiran insan yang bahagia.
Aku bersyukur akan hadirmu, berterima kasih atas kebaikanmu, lantas akan memintamu dengan tegas –jangan biarkan kita dalam hidup yang biasa.
Mari menyambut April dan bulan-bulan selanjutnya dengan perasaan bahagia. Hingga tak ada lagi luka, tak ada lagi nestapa, tak ada lagi buruk sangka, yang ada adalah cerita suka dan bahagia. Juga sabar dan syukur yang selalu menemani jiwa. :)